Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 06 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Tak Hanya untuk Muslim, Sertifikasi Halal BPJPH Kini Jadi Rebutan Industri Kosmetik Global, Ini Alasannya

tim langit 7 Senin, 06 Juli 2026 - 15:42 WIB
Tak Hanya untuk Muslim, Sertifikasi Halal BPJPH Kini Jadi Rebutan Industri Kosmetik Global, Ini Alasannya
(Dok: halalmui)
LANGIT7.ID-Jakarta; Sertifikasi halal BPJPH kini tak lagi dipandang sekadar sebagai jaminan kehalalan produk bagi konsumen Muslim. Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas industri kecantikan, sertifikasi halal justru semakin dilirik sebagai strategi membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing merek kosmetik di pasar global.

Fenomena tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam sesi Enhancing Global Competitiveness: Integration of Halal and Ethical Beauty Certifications for Branding Strategy pada ajang Cosmoprof CBE ASEAN Bangkok 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 25 Juni 2026.

Dalam forum internasional itu, VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita, M.Biomed., menjelaskan bahwa masih banyak pihak yang menganggap sertifikasi halal hanya berkaitan dengan bahan baku atau produk akhir. Padahal, ruang lingkupnya jauh lebih luas karena juga mencakup sistem yang memastikan konsistensi proses produksi halal.

"Artinya, yang diperiksa bukan hanya apa yang terkandung di dalam produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut dijaga konsistensinya agar tetap halal selama masa berlaku sertifikat," jelas Raafqi dalam keterangannya, dikutip Senin (6/7/2026).

Ia menuturkan, perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal harus menerapkan sistem terdokumentasi, mulai dari verifikasi bahan baku, pengelolaan pemasok, sistem ketertelusuran, hingga pengendalian proses produksi agar terhindar dari kontaminasi.

Menurutnya, penerapan sistem tersebut ikut mendorong tata kelola produksi yang lebih baik, transparansi rantai pasok, serta konsistensi proses. Meski bukan sertifikasi sistem manajemen mutu, audit halal menuntut disiplin operasional yang tinggi sehingga seluruh tahapan produksi dapat dipertanggungjawabkan.

"Karena itu, wajar apabila masyarakat kemudian memandang produk bersertifikat halal memiliki tingkat keterjaminan yang lebih baik dari sisi proses dan tata kelolanya," ujarnya.

Dalam proses sertifikasi halal BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM tidak hanya memeriksa kehalalan bahan dan proses produksi, tetapi juga aspek kebersihan, keamanan, serta pengendalian potensi kontaminasi selama proses berlangsung.

Raafqi menilai, bagi merek kosmetik yang ingin memperluas pasar, khususnya ke kawasan Asia Tenggara, sertifikasi halal dapat menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan konsumen lebih cepat melalui reputasi lembaga sertifikasi yang kredibel.

Sebagai contoh, ia menyinggung perjalanan Wardah di bawah PT Paragon Technology Indonesia yang berkembang dari industri kosmetik rumahan menjadi salah satu pemain kosmetik halal global dengan identitas sebagai pelopor kosmetik halal di Indonesia.

Menariknya, minat terhadap produk halal kini juga datang dari kalangan non-Muslim. Menurut Dr. Janina Gutierrez Tan, VP for Professional Development & Education, Jradiance Corporation, sebagian konsumen memandang halal sebagai representasi proses produksi yang transparan, ketertelusuran bahan baku, dan tata kelola yang baik.

"Sebagian konsumen melihat halal sebagai representasi dari proses produksi yang transparan, ketertelusuran bahan baku, dan tata kelola yang baik," katanya.

Meski demikian, Raafqi menegaskan meningkatnya permintaan tersebut tidak mengubah standar pemeriksaan halal yang diterapkan LPPOM.

"LPPOM menjalankan proses pemeriksaan berdasarkan standar dan ketentuan yang berlaku secara objektif dan konsisten, tanpa dipengaruhi oleh latar belakang maupun motivasi konsumen dalam membeli suatu produk," tegasnya.

Ia menambahkan, yang berkembang saat ini adalah cara menyampaikan nilai tambah sertifikasi halal kepada masyarakat yang semakin beragam. Bagi konsumen Muslim, halal merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat, sedangkan bagi sebagian konsumen lainnya, halal dipandang sebagai simbol transparansi, ketertelusuran, dan tata kelola produksi yang kredibel.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui penerapan prinsip Environmental, Sustainability, and Governance (ESG) oleh LPPOM, seperti penghematan energi, program daur ulang, peningkatan akses bagi penyandang disabilitas, keterwakilan perempuan, hingga transparansi tata kelola organisasi.

Sementara itu, Dr. Kasinee Katelakha, Assistant Director The Halal Science Center Chulalongkorn University, menegaskan bahwa pengujian laboratorium memiliki peran penting dalam proses sertifikasi halal.

"Uji laboratorium merupakan bagian penting dari sertifikasi halal. Uji ini memberikan keyakinan mengenai tidak adanya kontaminasi silang dalam proses produksi halal."

LPPOM sendiri menyediakan layanan pemeriksaan halal yang terintegrasi dengan pengujian laboratorium berstandar internasional melalui akreditasi ISO/IEC 17025.

Partisipasi LPPOM dalam forum internasional di Thailand menunjukkan bahwa sertifikasi halal kini telah berkembang menjadi salah satu elemen penting dalam strategi branding industri kosmetik dunia. Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar Muslim, sertifikasi halal juga semakin dipandang sebagai instrumen untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar internasional.

Meta Description: Sertifikasi halal BPJPH kini menjadi strategi penting industri kosmetik global. Tak hanya diminati konsumen Muslim, produk halal juga dipercaya lebih transparan dan berkualitas.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 06 Juli 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:54
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan