Facebook, Twitter dan Linkedin Serentak Blokir Taliban
Ajeng ritzki
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 11:19 WIB
Facebook, Twitter dan Linkedin Foto: Langit7.id/Istock
Facebook, Twitter, dan Linkedln serentak melarang postingan yang mendukung atau membela Taliban.
Trio media sosial multinasional itu sepakat mlindungi rakyat Afghanistan agar tidak menjadi sasaran Taliban dalam kegentingan pengambilalihan negara.
Perusahaan teknologi itu mengatakan, pengguna sekarang dapat melindungi unggahan mereka dari orang yang tidak mereka kenal. Facebook memutuskan menghapus sementara kemampuan orang untuk melihat atau mencari daftar akun asal Afghanistan.
Rakyat Afghanistan yang memiliki akun Instagram juga akan menerima pemberitahuan tentang metode melindungi akun mereka.
Kami bekerja sama dengan rekan-rekan kami di industri, masyarakat sipil dan pemerintah untuk memberikan dukungan apa pun yang kami bisa untuk membantu melindungi orang," cuit Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan Facebook yang dikutip di Arab News, Sabtu (21/8).
Sementara, Twitter Inc mengatakan telah berkomunikasi dengan mitra masyarakat sipil untuk memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok di negara tersebut dan bekerja sama dengan Internet Archive untuk mempercepat permintaan langsung menghapus kicauan yang diarsipkan.
Mereka memastikan bahwa akses akun yang berisi informasi negatif dan membahayakan akan disuspend sementara hingga pengguna menghapus konten negatif mereka.
Trio media sosial multinasional itu sepakat mlindungi rakyat Afghanistan agar tidak menjadi sasaran Taliban dalam kegentingan pengambilalihan negara.
Perusahaan teknologi itu mengatakan, pengguna sekarang dapat melindungi unggahan mereka dari orang yang tidak mereka kenal. Facebook memutuskan menghapus sementara kemampuan orang untuk melihat atau mencari daftar akun asal Afghanistan.
Rakyat Afghanistan yang memiliki akun Instagram juga akan menerima pemberitahuan tentang metode melindungi akun mereka.
Kami bekerja sama dengan rekan-rekan kami di industri, masyarakat sipil dan pemerintah untuk memberikan dukungan apa pun yang kami bisa untuk membantu melindungi orang," cuit Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan Facebook yang dikutip di Arab News, Sabtu (21/8).
Sementara, Twitter Inc mengatakan telah berkomunikasi dengan mitra masyarakat sipil untuk memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok di negara tersebut dan bekerja sama dengan Internet Archive untuk mempercepat permintaan langsung menghapus kicauan yang diarsipkan.
Mereka memastikan bahwa akses akun yang berisi informasi negatif dan membahayakan akan disuspend sementara hingga pengguna menghapus konten negatif mereka.