Aktivis perempuan asal Pakistan, Malala Yousafzai, mendesak para pemimpin Muslim untuk menentang pemerintah Taliban di Afghanistan serta kebijakan represifnya terhadap anak perempuan dan perempuan.
Wakil Presiden RI Maruf Amin mengatakan Indonesia telah menginisiasi forum pertemuan ulama dari pihak konflik Afghanistan. Langkah ini merupakan salah satu bentuk peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.
Tiga pekan lalu, para pejabat Taliban di Afghanistan mulai merelokasi ribuan orang terlantar dari Ibu Kota Kabul ke provinsi-provinsi asal mereka di utara.
Influencer Afghanistan menggunakan media sosial untuk memberitakan pada dunia kondisi negaranya di bawah pemerintahan Taliban. Mereka mengaku tidak memiliki kekuatan apa pun selain memanfatakan media sosial.
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengutarakan kekecewaannya akan aturan taliban yang mengatur pendidikan untuk anak-anak perempuan di Afghanistan.
Pemerintah Afghanistan, melalui rektor Universitas Kabul, memerintahkan mahasiswi untuk tidak kembali ke universitas. Larangan ini berlaku hingga lingkungan Islami yang sesuai tersedia.
China memandang cadangan devisa Afghanistan yang diblokir tidak bisa dijadikan alat tawar untuk menekan negara yang kini dikuasai oleh kelompok gerilyawan Taliban itu.
Saat ini, dari lebih dari 80 wanita yang bekerja di bandara sebelum Kabul jatuh ke tangan Taliban pada 15 Agustus, hanya 12 yang kembali ke pekerjaan mereka