LANGIT7.ID - , Jakarta - Influencer Afghanistan menggunakan media sosial untuk memberitakan pada dunia kondisi negaranya di bawah pemerintahan Taliban. Mereka mengaku tidak memiliki kekuatan apa pun selain memanfatakan media sosial.
Sadiqa Madadgar, influencer muda yang sukses berawal dari kontestan menyanyi, "Afghan Star" berhasil mengumpulkan 204 ribu pengikut di Instagram karena suara indahnya.
Muslimah taat ini menghabiskan hari-harinya dengan mengunggah video anak-anak Afghanistan. Hingga saat berita ini diturunkan, subscriber kanal YouTubenya berjumlah hampir 30 ribu. Hingga akhirnya kelompok Taliban datang dan mengambil alih pemerintahan Afghanistan.
Di salah satu unggahan pertamanya tentang politik, Madadgar mengunjungi Kandahar, tempat bermarkasnya Taliban, dan memfilmkan dirinya berbagi pizza bersama teman prianya.
"Saya tidak suka mengungkapkan rasa sakit saya secara online, tetapi saya muak dengan ini," tulisnya. “Hati saya hancur berkeping-keping ketika saya melihat tanah air saya yang dihancurkan perlahan di depan mata saya.”
Hari berikutnya, Taliban merebut Kabul, Madadgar berhenti memposting di media sosial.
Baca juga : Mayoritas Balita di Afghanistan Menderita MalnutrisiJutaan anak muda Afghanistan, khususnya perempuan, dilanda ketakutan akan apa yang mereka unggah di media sosial bisa membahayakan hidup mereka. Sedikit orang yang bisa melupakan saat Taliban memberlakukan hukum Islam yang ultra-konservatif di Afghanistan pada 1996 - 2001 silam.
Dimana perempuan dikeluarkan dari ranah publik dan anak perempuan tidak bisa kembali ke sekolah. Tempat hiburan pun dilarang dibuka.
Influencer Afghanistan lainnya adalah Ayeda Shadab, ikon mode perempuan muda Afghanistan yang memiliki 313 ribu pengikut di Instagram dan ratusan ribu pengikut di TikTok.
Sebelum Taliban menduduki Kabul, dirinya selalu mengunggah model pakaian terbaru dari butik kelas atas di Kabul. Dalam salah satu postingnannya, Shadab berpose dalam gaun pesta asimetris dengan lagu Dua Lipa yang diputar sebagai latarnya.
“Jika Taliban mengambil Kabul, orang-orang seperti saya tidak akan aman lagi,” katanya kepada media asing belum lama ini.
Shadab menambahkan, “Perempuan seperti saya yang tidak bercadar, yang bekerja, tidak dapat menerimanya.”
Dia sangat takut dengan kembalinya Taliban sehingga dia harus melarikan diri. Shadab memberitahu pengikutnya saat ini dia pindah ke Turki.
Selebriti dan influencer terkenal lainnya yang masih menetap di negaranya pun mulai bergegas mengikuti jejak Shadab. Salah satunya adalah Aryana Sayeed, bintang pop terkenal di Afghanistan.
Baca juga : Qatar Kecewa Taliban Atur Pendidikan Anak Perempuan AfghanistanDirinya mengunggah foto selfie yang diambil dalam penerbangan evakuasi militer Amerika Serikat menuju Doha.
"Saya sehat dan hidup setelah beberapa malam yang tak terlupakan," tulisnya. "Hatiku, doaku dan pikiranku akan selalu bersamamu."
Shadab dan Sayeed adalah pesohor yang beruntung karena bisa keluar dari Kabul setelah pemerintahan Taliban menguasai negeri itu.
Pesepakbola Zaki Anwar salah satu yang kurang beruntung. Dirinya yang selalu mengunggah potret diri di media sosial, menjadi salah satu orang yang tewas setelah berpegangan ke pesawat Amerika Serikat yang mengangkut orang-orang yang ingin keluar dari Kabul.
(est)