home global news

Bom Bunuh Diri di Bandung, Menag: Agama Bukan Dalih Melakukan Kekerasan

Kamis, 08 Desember 2022 - 11:30 WIB
Tempat Kejadian Perkara (TKP) bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung (foto: Antara)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat. Aksi kekerasan yang dilakukan pelaku bernama Agus Sujatno, eks narapidana kasus terorisme (napiter) bom Cicendo menewaskan seorang polisi, melukai sembilan aparat lainnya dan satu warga terluka lantaran terkena serpihan bom.

"Kami menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian di Polsek Astana Anyar ini karena telah menimbulkan banyak korban, kerusakan bahkan ketakutan. Jelas sekali aksi bom bunuh diri itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan," ujar Menag Yaqut dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022).

Menurut Menag Yaqut, bom bunuh diri di Astana Anyar membuktikan aksi kekerasan selalu merugikan banyak pihak. Namun, dia mengingatkan bahwa agama bukanlah dalih untuk melakukan tindak kekerasan.

Baca Juga:Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Bandung Wali Santri Pesantren Persis

"Kami mendorong terutama kepada tokoh-tokoh agama untuk tidak lelah membangun komunikasi yang baik dengan umatnya dalam kerangka mencari solusi terbaik. Agama harus dijadikan inspirasi dan solusi atas kehidupan ini, bukan dalih untuk melakukan kekerasan," ucap Menag.

Menag mengaku prihatin dengan ulah sebagian orang maupun kelompok yang masih menggunakan cara-cara kekerasan, seperti bom bunuh diri untuk menyampaikan perbedaan pandangannya. Cara ini bertentangan dengan ajaran agama mana pun yang selalu mengutamakan penghormatan, kesantunan dan keselamatan.

"Agama juga mengajarkan umatnya untuk melakukan dialog jika ada persolan yang mengalami kebuntuan. Adanya dialog maka diharapkan menemukan titik temu atau solusi yang bisa diterima berbagai pihak," kata Yaqut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
yaqut cholil qoumas bom bunuh diri menteri agama astana anyar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya