Negara Muslim Tolak Diskriminasi dengan Kenakan Ban Kapten Anti Islamofobia
Fajar adhitya
Jum'at, 09 Desember 2022 - 20:03 WIB
Desain Ban Kapten Anti Islamofobia. (Foto: Sky News)
Maroko menjadi negara muslim pertama yang melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2022. Pencapaian The Atlas Lions membawa gelombang kesadaran baru terhadap hak-hak masyarakat muslim global yang masih mengalami diskriminasi.
Misalnya, usai menorehkan kemenangan terhadap Spanyol Selasa kemarin, Pemain Timnas Maroko mengibarkan bendera Palestina selama perayaan di lapangan. Bendera Palestina sering terlihat berkibar selama Piala Dunia 2022 di Qatar.
Piala Dunia 2022 telah mempersatukan negara-negara Arab. Dubes RI untuk Qatar, HE Ridwan Hassan menilai Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 berhasil memperlihatkan wajah Islam sebagai rahmatan lil-alamin.
Baca juga:Kroasia vs Brasil: Selecao Masih Dominan Sepanjang Pertemuan Kedua Tim
Baru-baru ini, Sky News melaporkan mendapat bocoran adanya keinginan sejumlah negara Arab mengenakan ban lengan kapten Anti-Islamofobia. Sky News telah mendapat salinan desain ban lengan yang menampilkan kata-kata "Tidak ada tempat untuk Islamofobia" dan menampilkan pola bendera Palestina.
Sebelum turnamen dimulai, Qatar dan negara-negara Muslim lainnya berencana mengenakan ban lengan untuk meningkatkan kesadaran tentang Islamofobia. Qatar, Arab Saudi, dan Maroko, di antara negara-negara lain, merencanakan kapten tim untuk mengenakan ban lengan anti-Islamofobia
"Sebelum dimulainya turnamen, Qatar, dan beberapa tim mayoritas Muslim lainnya, sedang dalam diskusi lanjutan mengenai apakah para pemain dapat mengenakan ban lengan yang meningkatkan kesadaran akan gerakan Islamofobia yang berkembang,” kata Seorang pejabat senior Qatar dikutip Jumat (9/12/2022).
Misalnya, usai menorehkan kemenangan terhadap Spanyol Selasa kemarin, Pemain Timnas Maroko mengibarkan bendera Palestina selama perayaan di lapangan. Bendera Palestina sering terlihat berkibar selama Piala Dunia 2022 di Qatar.
Piala Dunia 2022 telah mempersatukan negara-negara Arab. Dubes RI untuk Qatar, HE Ridwan Hassan menilai Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 berhasil memperlihatkan wajah Islam sebagai rahmatan lil-alamin.
Baca juga:Kroasia vs Brasil: Selecao Masih Dominan Sepanjang Pertemuan Kedua Tim
Baru-baru ini, Sky News melaporkan mendapat bocoran adanya keinginan sejumlah negara Arab mengenakan ban lengan kapten Anti-Islamofobia. Sky News telah mendapat salinan desain ban lengan yang menampilkan kata-kata "Tidak ada tempat untuk Islamofobia" dan menampilkan pola bendera Palestina.
Sebelum turnamen dimulai, Qatar dan negara-negara Muslim lainnya berencana mengenakan ban lengan untuk meningkatkan kesadaran tentang Islamofobia. Qatar, Arab Saudi, dan Maroko, di antara negara-negara lain, merencanakan kapten tim untuk mengenakan ban lengan anti-Islamofobia
"Sebelum dimulainya turnamen, Qatar, dan beberapa tim mayoritas Muslim lainnya, sedang dalam diskusi lanjutan mengenai apakah para pemain dapat mengenakan ban lengan yang meningkatkan kesadaran akan gerakan Islamofobia yang berkembang,” kata Seorang pejabat senior Qatar dikutip Jumat (9/12/2022).