home global news

Hasil Penelitian di Singapura: Vaksinasi 69 Persen Ampuh Lindungi Serangan Varian Delta

Rabu, 07 Juli 2021 - 18:38 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 varian Delta. Foto: Langit7.id/iStock
Hasil penelitian di Singapura menunjukkan keampuhan vaksinasi dalam melindungi manusia terhadap Covid-19 varian Delta. Setidaknya, vaksinasi Covid-19 mampu melindungi sekitar 69 persen.

Hal tersebut disampaikan langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Singapura Ong Ye Kung. Hasil penelitian tersebut, kata dia, akan disampaikan ke khalayak internasional sebagai kontribusi Singapura memahami varian delta dan vaksinasi.

Mengutip studi Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Menkes Ong mengatakan, data juga menunjukkan perlindungan vaksin terhadap penyakit simtomatik mencapai antara 80 hingga 90 persen.

"Efektivitas vaksinasi mencapai 93 persen terhadap penyakit Covid-19 yang parah, membutuhkan suplementasi oksigen, perawatan ICU (unit perawatan intensif) atau kematian," kata Ong dalam pernyataan media, Rabu (7/7/2021).

Kamis (1/7/2021) pekan lalu, Singapura mengungkapkan tidak ada kasus Covid-19 lokal dengan kondisi serius dalam 28 hari terakhir setelah vaksinasi total. Selama periode itu, kata dia, Kemenkes Singapura hanya mencatat 24 kasus lokal yang membutuhkan oksigen, dirawat di ICU, atau meninggal.

Dari 24 kasus tersebut, 21 pasien belum divaksinasi Covid-19, sementara tiga orang lainnya baru menerima dosis pertama. "(Ini merupakan) bukti berkelanjutan vaksinasi membantu mencegah penyakit serius ketika seseorang terinfeksi," demikian pernyataan resmi Kemenkes Singapura.

Diketahui, Singapura sejauh ini menyuntikkan dua dosis vaksin Covid-19 kepada 2.098.630 warganya. Jumlah tersebut setara dengan 36,5 persen dari jumlah populasi, sekaligus menjadi yang tertinggi di ASEAN. Sementara, warga yang mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 mencapai 3.279.411 atau sebanding dengan 57,5 persen dari total populasi.
(asf)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
singapura vaksin covid-19 vaksin covid-19 varian-delta
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya