7 Negara Pendukung Kampanye LGBT Angkat Koper di Piala Dunia 2022
Fajar adhitya
Ahad, 11 Desember 2022 - 20:03 WIB
Kapten Timnas Inggris Harry Kane sempat menolak kebijakan FIFA terkait larangan penggunaan ban kapten One Love (foto: twitter/ FIFAWorldCup)
Sebanyak tujuh negara yang mendukung kampanyeLGBT di Piala Dunia 2022 gugur. Kekalahan Inggris saat melawan Prancis pada Ahad dini hari (11/12/2022) melengkapi penderitaan tim One Love yang angkat koper menjelang semi final.
Pada awal turnamen, para kapten, termasuk Harry Kane dari Inggris, Gareth Bale dari Wales, dan Virgil van Dijk dari Belanda berencana mengenakan ban kapten One Love selama pertandingan. Hal ini dimaksudkan untuk mengampanyekan hak-hak LGBT di Qatar ata nama inklusivitas.
Namun, FIFA menolak tindakan tersebut dan menyebut pengenaan ban kapten One Love menyalahi aturan. FIFA mengancam kartu kuning untukpemain yang memaksa mengenakan ban lengan One Love.
Baca juga:Gebuk Inggris 2-1, Les Bleus Melenggang ke Semifinal
FIFA sendiri telah meluncurkan kampanye ban kapten universal untuk mempromosikan kampanye yang berbeda untuk setiap putaran. FIFA mengajukan ban lengan "No Discrimination" untuk dikenakan para kapten tim nasional.
Belgia, Denmark, Swiss, dan Jerman juga akan mengambil bagian dalam kampanye One Love sebelum akhirnya rencana mereka dihancurkan FIFA. Tujuh asosiasi sepak bola tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka tidak dapat mengorbankan kesuksesan di lapangan demi inisiatif tersebut.
Kebijakan FIFA yang melarang penggunaan ban lengan One Love memicu protes keras dari Timnas Jerman di lapangan. Saat turun menghadapi Jepang di laga pertama Grup E Piala Dunia 2022, seluruh starter Jerman kompak menutup mulut mereka saat melakukan sesi foto.
Pada awal turnamen, para kapten, termasuk Harry Kane dari Inggris, Gareth Bale dari Wales, dan Virgil van Dijk dari Belanda berencana mengenakan ban kapten One Love selama pertandingan. Hal ini dimaksudkan untuk mengampanyekan hak-hak LGBT di Qatar ata nama inklusivitas.
Namun, FIFA menolak tindakan tersebut dan menyebut pengenaan ban kapten One Love menyalahi aturan. FIFA mengancam kartu kuning untukpemain yang memaksa mengenakan ban lengan One Love.
Baca juga:Gebuk Inggris 2-1, Les Bleus Melenggang ke Semifinal
FIFA sendiri telah meluncurkan kampanye ban kapten universal untuk mempromosikan kampanye yang berbeda untuk setiap putaran. FIFA mengajukan ban lengan "No Discrimination" untuk dikenakan para kapten tim nasional.
Belgia, Denmark, Swiss, dan Jerman juga akan mengambil bagian dalam kampanye One Love sebelum akhirnya rencana mereka dihancurkan FIFA. Tujuh asosiasi sepak bola tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka tidak dapat mengorbankan kesuksesan di lapangan demi inisiatif tersebut.
Kebijakan FIFA yang melarang penggunaan ban lengan One Love memicu protes keras dari Timnas Jerman di lapangan. Saat turun menghadapi Jepang di laga pertama Grup E Piala Dunia 2022, seluruh starter Jerman kompak menutup mulut mereka saat melakukan sesi foto.