Pembiayaan Perumahan 2023 Akan Sasar 3 Kelompok Masyarakat
Mahmuda attar hussein
Senin, 19 Desember 2022 - 13:00 WIB
Pembiayaan Perumahan 2023 Akan Sasar 3 Kelompok Masyarakat. (Foto: Istimewa).
Pengembangan pembiayaan perumahan pada 2023 akan menyasar 3 kelompok. Masyarakat berpenghasilan rendah informal, masyarakat perkotaan dan generasi milenial.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, kebijakan ini akan mendorong manfaat yang besar untuk masyarakat.
"Untuk masyarakat ormal maupun informal, serta berlandaskan prinsip keterjangkauan, keberlanjutan, aksesibilitas, ketersediaan, dan ramah lingkungan," kata Herry dilansir Antaranews, Senin (19/12/2022).
Pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah informal menerapkan skema rent to own dikombinasikan dengan contractual savings housing, sehingga bisa mengakses pembiayaan Tapera.
Baca Juga: PUPR Komitmen Bangun PSU pada Perumahan MBR
Kelompok kedua yang menjadi sasaran adalah masyarakat perkotaan yang perlu diubah tidak lagi menyasar rumah tapak, namun mulai menyasar hunian vertikal.
"Masyarakat perkotaan yang diarahkan untuk hunian vertikal dengan pembiayaannya nanti melalui skema staircasing shared ownership (SSO) sebagai pembiayaan bertahap yang meningkatkan keterjangkauan," kata Herry.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, kebijakan ini akan mendorong manfaat yang besar untuk masyarakat.
"Untuk masyarakat ormal maupun informal, serta berlandaskan prinsip keterjangkauan, keberlanjutan, aksesibilitas, ketersediaan, dan ramah lingkungan," kata Herry dilansir Antaranews, Senin (19/12/2022).
Pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah informal menerapkan skema rent to own dikombinasikan dengan contractual savings housing, sehingga bisa mengakses pembiayaan Tapera.
Baca Juga: PUPR Komitmen Bangun PSU pada Perumahan MBR
Kelompok kedua yang menjadi sasaran adalah masyarakat perkotaan yang perlu diubah tidak lagi menyasar rumah tapak, namun mulai menyasar hunian vertikal.
"Masyarakat perkotaan yang diarahkan untuk hunian vertikal dengan pembiayaannya nanti melalui skema staircasing shared ownership (SSO) sebagai pembiayaan bertahap yang meningkatkan keterjangkauan," kata Herry.