Masjid di Tengah Hutan Gowa Bak Istana, Sampai Dipasangi CCTV
Fajar adhitya
Senin, 23 Agustus 2021 - 04:05 WIB
Masjid yang berada di tengah hutan Gowa bak istana megah. (Foto: Kompas.com).
Masjid yang berada di tengah hutan wilayah Kabupaten Gowa sempat viral di media sosial. Bangunannya megah bak istana, bahkan sampai dipasangi kamera CCTV.
Meski berada jauh dari jalan-jalan raya atau perkampungan warga, namun masjid di Kampung Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang ini benar-benar difungsikan sebagai rumah ibadah.
Bangunan rumah ibadah mewah ini sudah lama berdiri, dibangun oleh seorang pengusaha kopi. Walau lokasinya yang jauh dari permukiman, namun masjid ini sampai dipasangi kamera CCTV.
Namun dari cerita yang beredar, masjid ini dibangun di lokasi bekas batu besar yang keramat dan angker. Jadi tak heran bila sering dijumpai banyak sesajen di sekitar tempat tersebut.
Baca Juga: Seperti Istana, Masjid Tiban Malang Dipercaya Dibangun Bangsa Jin
Pengusaha bugis yang bergerak di bisnis kopi ini pun tergerak membangun masjid untuk mengusir ritual klenik ini. Batu besar ini dihancurkan oleh orang luar daerah, sebab masyarakat sekitar tak ada yang mau memberanikan diri.
Runtuhan batu itu digunakan menjadi pondasi masjid oleh tukang dari Jawa Barat. Hingga kini tidak ada efek-efek gaib yang ditimbulkan. Malah para pekerja di perkebunan kopi ini memanfaatkan masjid untuk beribadah.
Meski berada jauh dari jalan-jalan raya atau perkampungan warga, namun masjid di Kampung Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang ini benar-benar difungsikan sebagai rumah ibadah.
Bangunan rumah ibadah mewah ini sudah lama berdiri, dibangun oleh seorang pengusaha kopi. Walau lokasinya yang jauh dari permukiman, namun masjid ini sampai dipasangi kamera CCTV.
Namun dari cerita yang beredar, masjid ini dibangun di lokasi bekas batu besar yang keramat dan angker. Jadi tak heran bila sering dijumpai banyak sesajen di sekitar tempat tersebut.
Baca Juga: Seperti Istana, Masjid Tiban Malang Dipercaya Dibangun Bangsa Jin
Pengusaha bugis yang bergerak di bisnis kopi ini pun tergerak membangun masjid untuk mengusir ritual klenik ini. Batu besar ini dihancurkan oleh orang luar daerah, sebab masyarakat sekitar tak ada yang mau memberanikan diri.
Runtuhan batu itu digunakan menjadi pondasi masjid oleh tukang dari Jawa Barat. Hingga kini tidak ada efek-efek gaib yang ditimbulkan. Malah para pekerja di perkebunan kopi ini memanfaatkan masjid untuk beribadah.