BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Wilayah Pesisir
Ummu hani
Senin, 26 Desember 2022 - 16:45 WIB
Ilustrasi. Foto: iStock.
Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sekitar pesisir mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga enam meter.
Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengatakan, salah satu faktor pemicu gelombang tinggi, adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Barat-Utara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," katanya dalam keterangan tertulis di laman Maritim BMKG, Senin (26/12/2022).
Baca juga: Gelombang Tinggi Air Laut Berpotensi Terjadi di Pesisir Jawa
Eko mengemukakan, gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 26-27 Desember 2022.
“Pada wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian Tengah dan Tomur, Selat Makassar bagian selatan dan Laut Flores,” ungkap Eko.
Kondisi itu, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 6 meter di beberapa wilayah berikut ini.
Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengatakan, salah satu faktor pemicu gelombang tinggi, adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Barat-Utara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," katanya dalam keterangan tertulis di laman Maritim BMKG, Senin (26/12/2022).
Baca juga: Gelombang Tinggi Air Laut Berpotensi Terjadi di Pesisir Jawa
Eko mengemukakan, gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 26-27 Desember 2022.
“Pada wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian Tengah dan Tomur, Selat Makassar bagian selatan dan Laut Flores,” ungkap Eko.
Kondisi itu, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 6 meter di beberapa wilayah berikut ini.