Susi Pudjiastuti: Perempuan Lebih Potensial Kembangkan Inovasi dan Kreasi UMKM
Mahmuda attar hussein
Senin, 23 Agustus 2021 - 12:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti. Foto: instagram susipudjiastuti115
Perempuan memiliki potensi mengembangkan usaha lebih baik jika terjun langsung menjadi pelaku UMKM. Hal tersebut dikarenakan, perempuan memiliki perhitungan yang lebih matang terkait pembiayaan, pengeluaran, dan pendapatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan, secara otomatis hitung-hitungan sudah menjadi bakat yang ada pada perempuan.
Untuk mendukung hal itu, Susi menegaskan perlu kebijakan dari pemerintah yang seharusnya lebih pro kepada pelaku UMKM. Salah satunya melalui lembaga keuangan yang menjadi andalan dalam melakukan peminjaman atau pun kredit usaha.
“Saya dulu sempat terbantu dengan lembaga keuangan Jerman yang pro UMKM dengan memberikan bunga yang sangat rendah. Jika dibandingkan, di beberapa kesempatan perbankan Indonesia agak kurang berpihak kepada UMKM dalam hal ini. Serendahnya KUR atau apa pun, jika dihitung-hitung itu masih mahal,” jelasnya.
Baca juga:Lantik Deputi Kewirausahaan, Teten: Rasio Kewirausahaan Indonesia 4 Persen 2024
Ia mendorong agar pemerintah bisa menggandeng lembaga keuangan internasional dalam urusan keuangan terhadap UMKM. Selain memiliki bunga yang lebih rendah, lembaga keuangan luar negeri juga pro terhadap UMKM karena memberikan pendampingan hingga bisa mengembangkan usaha lebih baik.
Pertimbangan tersebut penting dilakukan oleh pemerintah, sebab diyakini pinjaman itu nantinya bisa menjadi fasilitas yang bisa dirasakan oleh UMKM dalam negeri dan dana yang ada bisa dipakai secara langsung.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan, secara otomatis hitung-hitungan sudah menjadi bakat yang ada pada perempuan.
Untuk mendukung hal itu, Susi menegaskan perlu kebijakan dari pemerintah yang seharusnya lebih pro kepada pelaku UMKM. Salah satunya melalui lembaga keuangan yang menjadi andalan dalam melakukan peminjaman atau pun kredit usaha.
“Saya dulu sempat terbantu dengan lembaga keuangan Jerman yang pro UMKM dengan memberikan bunga yang sangat rendah. Jika dibandingkan, di beberapa kesempatan perbankan Indonesia agak kurang berpihak kepada UMKM dalam hal ini. Serendahnya KUR atau apa pun, jika dihitung-hitung itu masih mahal,” jelasnya.
Baca juga:Lantik Deputi Kewirausahaan, Teten: Rasio Kewirausahaan Indonesia 4 Persen 2024
Ia mendorong agar pemerintah bisa menggandeng lembaga keuangan internasional dalam urusan keuangan terhadap UMKM. Selain memiliki bunga yang lebih rendah, lembaga keuangan luar negeri juga pro terhadap UMKM karena memberikan pendampingan hingga bisa mengembangkan usaha lebih baik.
Pertimbangan tersebut penting dilakukan oleh pemerintah, sebab diyakini pinjaman itu nantinya bisa menjadi fasilitas yang bisa dirasakan oleh UMKM dalam negeri dan dana yang ada bisa dipakai secara langsung.