LANGIT7.ID, Jakarta - Perempuan memiliki potensi mengembangkan usaha lebih baik jika terjun langsung menjadi pelaku UMKM. Hal tersebut dikarenakan, perempuan memiliki perhitungan yang lebih matang terkait pembiayaan, pengeluaran, dan pendapatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan, secara otomatis hitung-hitungan sudah menjadi bakat yang ada pada perempuan.
Untuk mendukung hal itu, Susi menegaskan perlu kebijakan dari pemerintah yang seharusnya lebih pro kepada pelaku UMKM. Salah satunya melalui lembaga keuangan yang menjadi andalan dalam melakukan peminjaman atau pun kredit usaha.
“Saya dulu sempat terbantu dengan lembaga keuangan Jerman yang pro UMKM dengan memberikan bunga yang sangat rendah. Jika dibandingkan, di beberapa kesempatan perbankan Indonesia agak kurang berpihak kepada UMKM dalam hal ini. Serendahnya KUR atau apa pun, jika dihitung-hitung itu masih mahal,” jelasnya.
Baca juga: Lantik Deputi Kewirausahaan, Teten: Rasio Kewirausahaan Indonesia 4 Persen 2024Ia mendorong agar pemerintah bisa menggandeng lembaga keuangan internasional dalam urusan keuangan terhadap UMKM. Selain memiliki bunga yang lebih rendah, lembaga keuangan luar negeri juga pro terhadap UMKM karena memberikan pendampingan hingga bisa mengembangkan usaha lebih baik.
Pertimbangan tersebut penting dilakukan oleh pemerintah, sebab diyakini pinjaman itu nantinya bisa menjadi fasilitas yang bisa dirasakan oleh UMKM dalam negeri dan dana yang ada bisa dipakai secara langsung.
“Karena jika berbicara pinjaman, pemerintah banyak pinjaman yang arahnya bukan kepada investasi sektor riil, melainkan lebih kepada kapasitas pembangunan. Selain itu, jika kredit lebih murah 10 persen profit, UMKM yang misal memiliki nilai Rp1 triliun, maka mereka bisa mendapatkan profit Rp100 miliar, dan jika ini bisa direinvestasi maka akan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.
Baca juga: Dukung Pemerintah, Grab Kerja Sama dengan UMKM Pengadaan Barang dan JasaSusi meyakini, jika perempuan diberi kesempatan modal, akses, dan bantuan asistensi pasar, dengan dukungan kebijakan pemerintah, akan menciptakan hasil perekonomian luar biasa dari segi UMKM. Seperti diketahui, UMKM lebih fleksibel akan pertumbuhan dibanding dengan korporasi besar.
Namun saat ini, lanjut Susi, memang kebijakan pemerintah masih dirasa banyak berpihak kepada perusahaan besar. Hal itu dilihat dari pinjaman yang semakin besar maka bunga akan semakin kecil, di mana pinjaman besar tersebut hanya mampu dilakukan oleh perusahaan besar pula.
“Ini yang saya pikir kita harus merubah mindset. Saya tahu sulit, tapi kalau pemerintah bisa membuat sebuah keputusan kebijakan yang berdasarkan riset dalam hal ini pasti bisa jalan dan berlaku adil. Semestinya pemerintah juga tidak boleh membiarkan UMKM, terutama pelakunya adalah wanita, mereka harus dijaga agar tidak drop dan patah semangat, karena mereka punya potensi lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.
(zul)