Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 04 Mei 2026
home masjid detail berita

Ketika Malaikat Memberi Salam kepada Khadijah dan Aisyah

miftah yusufpati Senin, 22 September 2025 - 05:15 WIB
Ketika Malaikat Memberi Salam kepada Khadijah dan Aisyah
Kemuliaan mereka tak lekang oleh budaya patriarki. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di sebuah rumah sederhana di Makkah, seorang perempuan bangsawan Quraisy yang dermawan, Khadijah binti Khuwailid, menerima salam istimewa. Bukan dari manusia, melainkan dari Malaikat Jibril. “Wahai Rasulullah, ini Khadijah. Jika ia datang kepadamu, maka ucapkanlah salam atasnya dari Allah dan dariku,” sabda Nabi saw. sebagaimana diriwayatkan Bukhari-Muslim.

Dalam khazanah hadis, peristiwa itu disebut sebagai bukti pengakuan langit atas kemuliaan seorang istri yang setia menopang dakwah Nabi. Khadijah bukan sekadar “pendamping rumah tangga”, melainkan mitra strategis dalam sejarah lahirnya Islam. Sejarawan perempuan Muslim, Leila Ahmed, dalam Women and Gender in Islam (1992), menilai peran Khadijah menandai bahwa Islam sejak awal memberi pengakuan spiritual dan sosial kepada perempuan.

Salam Jibril untuk Aisyah

Kemuliaan serupa dialami Aisyah binti Abu Bakar. Dalam riwayat Muslim, Rasulullah saw. berkata kepadanya: “Wahai Aisyah, ini Jibril mengucapkan salam kepadamu.” Bagi seorang perempuan muda yang kelak menjadi guru umat, penghormatan malaikat itu bukan hal kecil.

Aisyah bukan hanya istri Nabi, tetapi juga perawi hadis terbesar kedua setelah Abu Hurairah. Lebih dari 2.000 hadis ia riwayatkan, sebagian besar menyangkut kehidupan domestik Nabi. Dalam pandangan Jonathan Brown dalam Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World (2009), Aisyah mewariskan bukan saja riwayat, tetapi juga otoritas keilmuan yang diakui para sahabat besar.

Fatimah, Putri yang Menjadi Pemimpin Surga

Kemuliaan berikutnya tersemat pada Fathimah binti Muhammad saw. Suatu hari, Nabi bersabda kepadanya: “Tidakkah engkau ridha menjadi pemimpin wanita-wanita penghuni surga?” (HR Bukhari). Fatimah, yang hidup sederhana dan wafat dalam usia muda, dikenang bukan karena hartanya, melainkan keteguhan hati dan kecintaan kepada ayahnya.

Dalam literatur klasik, Fatimah dijuluki az-Zahra (yang bersinar) dan al-Batul (yang suci). Ulama besar al-Suyuthi menyebutnya “perempuan teladan dalam kesabaran.” (al-Suyuthi, al-Khasa’is al-Kubra). Sementara itu, Amina Wadud dalam Qur’an and Woman (1999) menegaskan bahwa penghormatan Nabi terhadap Fatimah menunjukkan bahwa “kemuliaan perempuan bukan ditentukan perannya dalam sistem patriarkal, melainkan pengakuan spiritual langsung dari Allah.”

Tafsir Kemuliaan di Zaman Kini

Pertanyaannya, bagaimana kita menafsirkan kemuliaan itu hari ini? Apakah hanya sekadar kisah masa lalu?

Fazlur Rahman, dalam Islam and Modernity (1982), mengingatkan bahwa nilai-nilai dalam sunnah harus dibaca sebagai prinsip universal, bukan sekadar ritual. Salam Jibril kepada Khadijah dan Aisyah, serta pujian Nabi kepada Fatimah, adalah simbol pengakuan terhadap integritas, ilmu, dan pengorbanan perempuan.

Jika dalam masyarakat modern, perempuan masih dianggap subordinat, barangkali kita lupa bahwa langit sendiri pernah menunduk memberi salam kepada mereka. (*)

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 04 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)