Dari Aisyah hingga Zainab, riwayat sahih menggambarkan rumah Nabi sebagai laboratorium kemanusiaanpenuh riak konflik, tetapi juga teduh oleh cinta dan rekonsiliasi.
Bukan sekadar kisah, penghormatan Allah Taala kepada perempuan terdekat Nabi saw. adalah pesan universal: kemuliaan mereka tak lekang oleh budaya patriarki.
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, istri-istri beliau tak boleh dinikahi lelaki lain. Hanya saja, Ikrimah bin Abu Jahal menikahi janda Rasulullah SAW yang dicerai Nabi sebelum beliau wafat.
Saudah merupakan putri dari Zam'ah bin Qais dari Suku Quraisy. Beliau berasal dari keturunan Luiy, salah satu nenek moyang dari Rasulullah. Ayah Saudah merupakan salah satu orang pertama yang memeluk Islam.
Kisah pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Zainab bin Jahsy bin Rabab radhiyallahu anha (ra) sungguh tidak lazim. Setidaknya ini untuk adat suku Arab Quraish, kala itu.
Setekah dicerai Rasulullah SAW Asma bintu an-Numan kembali ke tengah keluarganya. Karena penyesalannya, ia selalu menyebut dirinya asy-Syaqiyah, wanita yang celaka.
Kisah cinta Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam (SAW) dengan Mariyah al-Qibthiyah atau Maria sejatinya telah mengungkap sisi-sisi romantis kehidupan Nabi.
Apakah Raihanah seorang Ummul Mukminin? Para ulama berbeda pendapat apakah Raihanah termasuk istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ataukah budak beliau.
Tentang status Mariyah sampai sekarang memang ada beda pendapat. Pendapat pertama, Rasulullah memerdekakan Mariyah lalu menikahinya. Namun, hal ini belum jelas apakah fakta historis atau apologis historis.
Sebelum memeluk Islam, Sayyidah Shafiyah pernah menikah dengan Salam ibn Abi Haqq, kemudian dengan Kinanah ibn Abi al-Haqq, penguasa Benteng al-Qumush, benteng yang paling megah di Khaibar.
Ummu Habibah adalah salah satu istri Nabi Muhammad SAW. Beliau dilahirkan 25 tahun sebelum hijrah. Dan wafat pada tahun 44 H. Ibunya adalah Shafiyah binti Abi al-Ash bin Umayyah.