Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Asma bintu an-Numan, Dicerai Rasulullah SAW saat Malam Pengantin

miftah yusufpati Sabtu, 18 Januari 2025 - 17:00 WIB
Kisah Asma bintu an-Numan, Dicerai Rasulullah SAW saat Malam Pengantin
Ketetapan takdir memang telah mendahului bahwa Asma tidaklah termasuk dalam deretan ummahatul mukminin. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Umaimah binti Nu’man al-Jauniyah bernama asli Asma’ bintu an-Nu’man adalah perempuan yang sempat dinikahi Rasulullah SAW namun diceraikan menjelang malam pengantin.

Alkisah, pada tahun sembilan hijriah, datanglah an-Nu’man bin Abil Jaun ke Madinah. Dia menghadap Rasulullah untuk berislam. Pada kesempatan itu, ia menawarkan kepada Rasulullah agar menikahi seorang janda.

“Wahai Rasulullah, maukah engkau kunikahkan dengan seorang janda tercantik di kalangan Arab? Dahulu dia ini istri anak pamannya, namun suaminya meninggal. Sekarang dia menjanda dan sangat ingin menjadi istrimu.”

Rasulullah menyetujui. Bulan Rabiul Awwal tahun sembilan hijriah, menikahlah beliau dengan Asma’ bintu an-Nu’man bin Abil Jaun ibnul Aswad ibnul Harits bin Syarahil ibnul Jaun bin Akil al-Murar al-Kindiyah.

Waktu itu, Asma’ masih ada di kampungnya, jauh dari Madinah. Rasulullah SAW menyerahkan mahar sebesar 12¼ uqiyah. “Wahai Rasulullah, jangan kau berikan mahar yang terlampau sedikit kepadanya,” pinta an-Nu’man.

“Aku tak pernah memberikan mahar kepada satu pun dari istriku lebih dari itu, dan aku juga takkan meminta mahar untuk putri-putriku lebih dari itu,” jawab Rasulullah.

Baca juga: Kisah Mariyah Al-Qibthiyah: Istri Nabi yang Pada Awalnya Beragama Nasrani

An-Nu’man menyetujui. Setelah itu dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, utuslah orang untuk menemui istrimu dan membawanya kemari. Nanti aku akan menyertai utusanmu itu.”

Rasulullah mengutus Abu Usaid as-Sa’idi disertai an-Nu’man bin Abil Jaun. Asma’ sedang berada di rumahnya ketika mereka berdua tiba. Asma’ mempersilakan masuk. Saat itu telah turun ayat hijab.

Abu Usaid pun segera menjelaskan, “Sesungguhnya, istri-istri Rasulullah tak pernah dilihat oleh seorang lelaki pun.”

“Harus ada hijab antara engkau dan laki-laki yang berbicara denganmu, kecuali orang yang memiliki hubungan mahram denganmu,” lanjut Abu Usaid.

Asma’ pun lalu berhijab dari lelaki yang bukan mahramnya. Abu Usaid tinggal di kampung Asma’ selama tiga hari. Setelah itu, dia mulai bersiap membawa Asma’ kepada Rasulullah. Dipasangnya sekedup di atas untanya.

Di atas punggung unta itu, Asma’ bertolak menuju Madinah. Tiba di Madinah, Abu Usaid menempatkan Asma’ di perkampungan Bani Sa’idah.

Para wanita Bani Sa’idah berdatangan menemui Asma’, mengucapkan selamat datang kepadanya. Sekembali dari sana, mereka ramai memperbincangkan kecantikan Asma’ yang amat memesona.

Dalam sekejap, tersebarlah berita kedatangan Asma’ sekaligus kemolekannya ke seluruh penjuru kota Madinah. Berita itu didengar pula oleh ummahatul mukminin. Mereka pun mendatangi Asma’.

Kemudian salah seorang dari mereka mengatakan kepada Asma’, “Kalau nanti Rasulullah mendekatimu, ucapkanlah, ‘Aku berlindung kepada Allah darimu’.”

Baca juga: Kisah Istri Nabi Sayyidah Shafiyah: Bangsawan Yahudi Bani Nadhir Keturunan Nabi Harun

Sementara itu, Abu Usaid memberitahukan kedatangannya bersama Asma’ kepada Rasulullah. Beliau saat itu sedang berada di perkampungan Bani ‘Amr bin ‘Auf. “Wahai Rasulullah, aku telah datang membawa keluargamu,” Abu Usaid mengabarkan.

Rasulullah keluar diiringi Abu Usaid. Rasulullah masuk menemui Asma’. Beliau pun menutup pintu dan menurunkan satir. Lalu beliau berlutut sembari mengulurkan tangannya kepada Asma’.

“Aku berlindung kepada Allah darimu,” ucap Asma’ tiba-tiba.

Rasulullah segera menahan dirinya dari Asma’. “Sesungguhnya, engkau telah memohon perlindungan kepada Dzat Yang Mahaagung. Kembalilah kepada keluargamu,” kata beliau.

Beliau keluar kembali menemui Abu Usaid, “Wahai Abu Usaid, bawalah dia kembali kepada keluarganya! Berikan kepadanya dua helai pakaian katun.”

Kembalilah Asma’ bintu an-Nu’man ke tengah keluarganya. Karena penyesalannya, ia selalu menyebut dirinya asy-Syaqiyah, wanita yang celaka.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-’Asqalani dalam bukunya berjudul "al-Ishabah" menyebut manakala Rasulullah mengetahui apa yang membuat Asma’ mengatakan ucapan itu, beliau mengatakan, “Mereka itu seperti wanita-wanita yang ada di masa Yusuf. Tipu daya mereka amatlah besar.”

Baca juga: Kisah Pernikahan Jarak Jauh Nabi Muhammad dengan Ummu Habibah

Ketetapan takdir memang telah mendahului bahwa Asma’ tidaklah termasuk dalam deretan ummahatul mukminin. Dalam riwayat lainnya disebutkan dalam kitab al-Ishabah fii tamyiiz ash-shahabah bahwa ada perbedaan pendapat mengenai sebab perceraiannya dengan Rasulullah SAW.

Di kemudian hari, yakni di era Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq saat pecah Perang Riddah, Ikrimah bin Abu Jahal menikahi Umaimah. Abu Bakar tak keberatan dengan perkawinan Ikrimah tersebut.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)