LANGIT7.ID-Jakarta; - Islam mengajarkan adab yang sangat detail dalam setiap sendi kehidupan manusia, termasuk saat menikmati makanan. Salah satu adab yang kerap terlewatkan oleh masyarakat modern adalah kebiasaan membersihkan sisa makanan di piring dan jemari tangan sebelum selesai makan.
Rasulullah SAW secara khusus menegaskan larangan mengangkat atau membereskan tempat makan sebelum sisa makanan yang menempel dibersihkan atau dijilati. Petunjuk tersebut termaktub dalam riwayat hadis berikut:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا، وَلَا يَرْفَعْ صَحْفَتَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا؛ فَإِنَّ فِي آخِرِ الطَّعَامِ بَرَكَةً»
"Apabila salah seorang di antara kalian makan, janganlah ia menyeka tangannya sebelum ia menjilatinya atau menjilatkannya kepada orang lain, dan janganlah ia mengangkat piring sebelum ia menjilatinya atau menjilatkannya; karena sesungguhnya pada sisa makanan itu terdapat berkah." (HR An-Nasa'i).
Baca Juga: Usul DPR Soal MBG: Transfer Tunai Rp15.000 atau Dikelola Kantin SekolahMenjelaskan makna di balik perintah tersebut, Imam Ash-Shan'ani dalam kitab Subul al-Salām memaparkan bahwa barakah (keberkahan) terkandung pada sisa makanan yang masih melekat di tangan maupun di piring. Keberkahan ini mencakup kebaikan yang bertambah, kecukupan gizi yang optimal, serta memberikan kekuatan fisik bagi seorang hamba untuk senantiasa taat kepada Allah SWT. Adapun frasa tangan dalam hadis ini merujuk pada tiga jari utama yang biasa digunakan Nabi SAW saat makan.
Sementara itu, Imam al-Nawawī dalam kitab Al-Minhāj Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim menegaskan hukum makruh bagi seseorang yang tergesa-gesa mengusap atau mencuci tangannya sebelum menjilati sisa makanan. Dia juga menambahkan sunahnya mengambil dan membersihkan suapan makanan yang jatuh untuk tetap dimakan.
Anjuran ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan makanan sekecil apa pun. Sebab, manusia tidak pernah mengetahui di bagian suapan mana letak keberkahan utama dari makanan yang dikonsumsinya.
Baca Juga: LPPOM Ingatkan Kandungan Alkohol 19,7% di Kolesom Jumbo Masuk Kategori Khamr(zhd)