LANGIT7.ID-, Jakarta - - Muncul usulan baru terkait
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ada dua skema yang diajukan yaitu penyaluran dana MBG sebesar Rp15.000 atau pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh kantin atau dapur sekolah.
Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno mengutip dari tayangan podcast Rhenald Kasali, Kamis (30/7/2026).
Romy Soekarno mengatakan, usulan dua skema tersebut dinilai dapat membuat pelaksanaan program lebih tepat sasaran serta meminimalkan potensi kebocoran anggaran.
Secara teknis dijelaskan bahwa skema pertama yaitu penyaluran dana
MBG sebesar Rp15.000 per hari bisa langsung ke rekening penerima melalui kartu ATM khusus. Dengan sistem ini, orang tua dapat mengelola sendiri dana tersebut untuk kemudian bisa menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak di rumah masing-masing.
Baca juga: Kepala BGN Mundur, DPR Minta Program MBG Tetap Berjalan dan DievaluasiCucu dari presiden pertama RI itu menilai bahwa cara ini lebih efisien sebab dana diterima langsung oleh keluarga tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
"Kartu ATM ini berfungsi sebagai ditransfer uangnya setiap hari Rp15.000 ke dalam rekening yang dia terima dan Rp15.000 itu bisa untuk dia masak di rumah, ibunya memasakkan untuk anaknya. Jadi tidak ada kebocoran sama sekali," jelasnya.
Sementara itu, usulan skema kedua yaitu pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh kantin atau dapur sekolah, menurutnya lebih sederhana karena proses penyediaan dan distribusi makanan dapat dilakukan di lingkungan sekolah sehingga lebih mudah untuk diawasi.
Dua skema tersebut memang maish berupa usulan, namun Romi berharap dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa dan keluarga penerima.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyikapi penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap ini bisa menjadi momentum untuk semakin memperkuat kelembagaan BGN.
Baca juga: Kementerian Agama Susun Pedoman Makan Bergizi Gratis, Perkuat Pengawasan ProgramHal itu sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional.
"Saya berharap Bapak Sudaryono dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, BGN membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja cepat, membangun koordinasi yang solid, serta menghadirkan tata kelola yang semakin profesional dan akuntabel," ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulis.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran agar Program MBG benar-benar menjadi program yang bersih, akuntabel, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.
"Ke depan, saya berharap BGN semakin adaptif dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan, memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan setiap anggaran negara dikelola secara bertanggung jawab demi sebesar-besarnya kepentingan rakyat," tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Ia menambahkan, program MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih produktif.
"Oleh karena itu, saya berharap Bapak Sudaryono mampu membawa BGN menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan dipercaya publik," katanya.
(lsi)