LANGIT7.ID-, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo.
Subandi mengatakan, korban akibat keracunan MBG yang dirawat di sejumlah rumah sakit ditangani dengan baik.
"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” ujarnya usai mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/9), dilansir Antara, Rabu (2/9/2026).
Jawaban tersebut menyusul adanya isu korban meninggal dunia dalam kasus keracunan MBG di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo. Ia pastikan, seluruh korban sudah terpantau dan mendapat penanganan medis di masing-masing rumah sakit.
Adapun jumlah korban disebutkan mencapai hampir 300 santri dan santriwati jenjang SMP dan SMA di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Sidoarjo. Mereka diduga alami keracunan usai menyantap menu MBG saat siang. Para korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
Baca juga: Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Akan Periksa SPPGDengan rincian, RS Notopuro 180 orang; RS Delta Surya 14 orang; RS Siti Hajar 58 orang; RS Pusura 13 orang; RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan 23 orang; RS Pusdik Bayangkara lima orang; dan RS Arafah Anwar Medika satu orang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina dalam keterangannya mengungkap data korban dugaan keracunan MBG per Rabu (2/9) pukul 00.45 WIB.
Menurutnya, korban dugaan keracunan di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo berjumlah 424 santri. Kemudian 24 orang lainnya merupakan korban dugaan kejadian yang sama di luar ponpes. Sementara 173 orang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke pesantren tersebut akan diperiksa langsung.
Baca juga: Kepala BGN Copot Ratusan Kepala SPPG, Menyusul 707 Orang Keracunan MBG di SemarangPemeriksaan dijadwalkan dilakukan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Subandi mengatakan pengecekan tidak hanya akan melihat proses pengolahan makanan, tetapi juga persoalan perizinan dan kelayakan lingkungan.
Setelah penanganan medis terhadap para korban berjalan, perhatian Pemkab Sidoarjo akan diarahkan pada SPPG pemasok makanan MBG. Pemeriksaan bersama dinas pengampu, dinas perizinan, dan DLH akan dilakukan untuk mengetahui persoalan yang ada di SPPG tersebut.
(lsi)