LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa program-program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Dalam pidato pembukaan Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8/2026), Muzani menyebut Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, dan kebijakan ekspor satu pintu merupakan satu kesatuan sistem yang saling terkait untuk membangun kemandirian bangsa .
MBG: Investasi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Bagi-bagi MakananMuzani menekankan bahwa program MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional memiliki makna lebih besar dari sekadar pembagian makanan. Ia menyebut program ini adalah ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas .
"Masih ada anak-anak kita yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan," ujar Muzani. Karena itu, pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 .
Koperasi Desa dan Sekolah Rakyat: Mengangkat dari BawahSelain MBG, Muzani juga menyoroti peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas . Koperasi ini dinilai mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal sekaligus simbol gotong royong yang memberdayakan desa .
Di bidang pendidikan, Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda diharapkan menjawab kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah. Sekolah Rakyat memberikan akses inklusif bagi anak kurang mampu, sementara Sekolah Unggulan Garuda menyiapkan talenta unggul di bidang sains dan teknologi . Sekolah Rakyat sendiri merupakan program berasrama gratis di bawah Kementerian Sosial untuk memutus rantai kemiskinan .
Ekspor Satu Pintu dan Swasembada Pangan: Kemandirian EkonomiKetua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam pidatonya juga memuji kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai langkah strategis mengembalikan penguasaan negara atas kekayaan alam . Ia mengklaim swasembada pangan yang dulu hanya mimpi kini mulai menjadi kenyataan dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Prabowo .
Semua program ini, menurut Sultan, adalah sistem kebijakan terintegrasi yang saling mendukung—dari pangan, energi, pendidikan, hingga ekonomi kerakyatan . Tugas kita bersama, tutup Muzani, adalah memastikan semua dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel(*/saf)
(lam)