LANGIT7.ID-, Batang -
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertandang ke Batang, Jawa Tengah menemui orangtua siswa yang anaknya mengalami keracunan makanan dari
program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pertemuan di SD Negeri Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026) itu Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, sekaligus memastikan pemerintah terus melakukan penanganan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Bapak-Ibu berhak khawatir dengan kondisi saat ini dan saya sangat memahami kekhawatiran Bapak-Ibu semua. Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Gibran, dilansir situs resmi Pemerintah Kabupaten Batang, Selasa (29/9/2026).
Gibran menambahkan, kedatangannya sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang diperlukan dan keluarga memperoleh kepastian. Menurutnya, pemerintah juga harus segera menuntaskan proses investigasi serta memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan
program MBG.
"Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," tegasnya.
Baca juga: Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo, Wapres: Bawa Bekal dari Rumah SajaTerkait penyebab dugaan keracunan, Gibran menyebut proses investigasi masih berjalan. Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara cepat dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban.
"Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang," ungkapnya.
Selain persoalan kesehatan, Gibran meminta penanganan korban dilakukan secara terkoordinasi agar berbagai kebutuhan keluarga dapat segera direspons.
Ia juga meminta, Bupati Batang menetapkan penanggung jawab atau Person In Charge (PIC) lintas sektor yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Kabupaten Batang.
Baca juga: Kontroversi Keabsahan Pendidikan Gibran: Tak Ada Ijazah SMA, Indikasi Manipulatif Terstruktur & Permohonan Pelantikan Wapres DibatalkanBahkan menurut Wapres, setiap keluhan orangtua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti.
"Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga," perintahnya.
Penetapan PIC lintas sektor tersebut diharapkan dapat memastikan penanganan korban dan keluarga berjalan secara terpadu, mulai dari pelayanan kesehatan, keberlanjutan pendidikan siswa, hingga kebutuhan lain yang muncul setelah kejadian dugaan keracunan MBG.
(lsi)