Ketua Dewan Da'wah Lampung, Ustaz Muhammad Yani Marjas, menegaskan pentingnya konsolidasi dan kolaborasi masif di antara seluruh ormas dan lembaga Islam.
Ketua PWM Lampung ini mengajak seluruh organisasi Islam, dai, dan pimpinan lembaga untuk menanggalkan ego sektoral serta menghentikan kebiasaan bergerak secara sendiri-sendiri.
Berawal dari fokus pembinaan khatib Jumat, KMI kini terus berkembang memperluas perannya melalui program pembinaan takmir, penguatan majelis taklim, hingga pembinaan mubaligh secara komprehensif demi mewujudkan dakwah yang profesional.
Ustaz Aldi menggarisbawahi bahwa simbol kebersamaan antarorganisasi Islam memiliki dampak yang sangat besar untuk meredam potensi konflik di tingkat akar rumput (grassroots).
Dewan Dakwah NTB memandang persoalan bangsa saat ini telah menyentuh aspek mendasar seperti nilai dan arah peradaban, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menata kembali fondasi etika publik.
Berbagai tantangan-tantangan baru muncul bagi Laznas Dewan Dakwah untuk semakin meningkatkan inovasi dan kebermanfaatkan dana ZIS di masyarakat dan negara. Pengelolaan ZIS diutamakan dengan aman, baik dari regulasi syariah maupun negara.
Ustadz Adi tetap bersyukur karena berhenti tak jauh dari pemukiman warga. Dengan menuntun motornya, Ustadz Adi pun mencari mushala terdekat karena sudah mendekati waktu Ashar dan berharap pertolongan Allah datang melalui saudara sesama muslim.
Ketua Bidang Penempatan Dai Dewan Dakwah, Ustaz Firdaus, mengatakan, saat ini mereka sedang melakukan pengabdian di berbagai penjuru negeri, dari Aceh sampai Papua. Mereka mengajar, membina, dan memberdayakan umat, menguatkan iman dan akidah mereka dengan ajaran dan nilai-nilai Islam yang benar.
Masjid zaman sekarang tak hanya sebagai sarana ibadah saja, melainkan juga sebagai pusat peradaban. Artinya, masjid harus menjadi pusat dakwah, ilmu, dan pendidikan.
Dalam dua tahun terakhir, Laznas Dewan Dawah telah membiayai dai sebanyak 172 dai untuk biaya hidup dan akomodasi transport untuk mereka dengan total dana senilai Rp 4.745.625.873.
Suka duka merawat para lansia juga dirasakan oleh petugas yang membina para lansia di PSTW. Bagi mereka merawat para lansia justru menjadi kesempatan agar bisa memiliki bekal akhirat.