LANGIT7.ID-Sidoarjo; Lebih dari 300 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat para santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Di tengah penanganan para korban, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke pesantren tersebut akan diperiksa langsung.
Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Subandi mengatakan pengecekan tidak hanya akan melihat proses pengolahan makanan, tetapi juga persoalan perizinan dan kelayakan lingkungan.
“Saya besok insyaallah akan cek ke sana bersama dinas pengampu. Termasuk dinas perizinan dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) akan kita cek persoalannya apa di sana,” kata Subandi, dikutip Rabu (2/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan ketika ratusan santri masih menjalani perawatan. Di RSUD RT Notopuro, jumlah pasien tercatat hampir mencapai 267 orang.
Sementara itu, sekitar 58 santri dirawat di RSI Siti Hajar. Sebanyak kurang lebih 15 santri lainnya menjalani perawatan di RS Delta Surya.
Untuk pasien di RS Delta Surya, Subandi menyebut kondisi mereka relatif ringan.
“Kalau di Delta Surya tidak banyak, kurang lebih sekitar 15 orang. Di sana kondisinya hanya gejala ringan saja,” imbuh Subandi.
Secara umum, kondisi para santri yang mendapatkan perawatan mulai membaik. Keluhan yang paling banyak dialami adalah diare, tetapi intensitas gejalanya disebut terus menurun.
“Karena penanganannya cepat, sementara keluhannya hanya diare. Gejala diare hari ini juga sudah turun semua,” jelasnya.
Subandi juga memastikan sebagian santri yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tetap memastikan para korban mendapatkan pemantauan hingga kondisi mereka benar-benar pulih total.
“Ini tadi yang sudah mulai sembuh, saya minta diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Di tengah perkembangan kondisi pasien, Subandi sekaligus meluruskan kabar mengenai adanya santri yang meninggal dunia. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan memastikan seluruh santri yang dirawat telah mendapatkan penanganan maksimal dari tim medis.
“Ada berita yang mengatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” tegasnya.
Setelah penanganan medis terhadap para korban berjalan, perhatian Pemkab Sidoarjo kini juga diarahkan pada SPPG pemasok makanan MBG. Pemeriksaan bersama dinas pengampu, dinas perizinan, dan DLH akan dilakukan untuk mengetahui persoalan yang ada di SPPG tersebut.
(lam)