LANGIT7.ID-, Sidoarjo -
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur merupakan penyedia
menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk
Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Sidoarjo, dimana diduga ratusan santrinya mengalami keracunan usai menyantap makanan.
Tak hanya Ponpes Manba'ul Hikam ternyata ada 18 lembaga pendidikan atau sekolah lainnya yang didistribusikan oleh SPPG Kalitengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satgas MBG Jatim yang juga Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak kepada wartawan, Rabu (2/9).
"SPPG Kalitengah mendistribusikan 2.800 porsi MBG ke 19 lembaga pendidikan di Sidoarjo. Ada 19 lembaga yang terdampak, salah satunya Ponpes Manba'ul Hikam," ujarnya.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 566 Orang, BGN Ungkap PenyebabnyaSebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal serupa, Pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional akan meninjau beberapa sekolah lain selain Ponpes Manba'ul Hikam untuk mengantisipasi keluhan siswa.
"Semua penerimanya ini kebetulan di satuan pendidikan. Ya, jadi karena di satuan pendidikan, untuk menelusuri siapa saja yang menerima, dan kalau dia enggak masuk harus kita cek kondisinya ke kediaman, itu lebih memungkinkan karena mereka semua dari sekolah," jelas Emil Dardak.
Namun begitu Emil belum menyebutkan pasti nama-nama lembaga pendidikan yang menerima MBG dari SPPG Kalitengah. Pada hari itu, SPPG Kalitengah hanya mendistribusikan ke sekolah swasta.
"Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya. TK pun juga ada, tapi kebetulan enggak ada yang negeri, kebetulan swasta," ujarnya.
Baca juga: Guru Besar UGM Sebut Pentingnya Payung Hukum untuk Program MBG Agar AmanSementara itu, SPPG Kalitengah telah diberhentikan sementara operasionalnya untuk dilakukan investigasi. Hal tersebut telah dipastikan Emil dan BGN Koordinator Regional Jatim. Serta sampel makanan telah diuji laboratorium.
31 SPPG Belum Miliki IzinBupati Sidoarjo Subandi mengatakan, Pemerintah Kabupaten menemukan 31 SPPG belum memiliki izin.
"Total SPPG yang beroperasi di Sidoarjo sebanyak 170 dan 31 di antaranya belum mengantongi izin," kata Subandi.
Temuan tersebut, menurut Subandi, telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti sebagai antisipasi kejadian serupa tidak terulang dan memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan dengan baik.
Baca juga: Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Manba’ul Hikam: 88 Masih Dirawat, SPPG Disuspend(lsi)