LANGIT7.ID-, Sidoarjo - - Sebanyak 88 santri
Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Sidoarjo masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami
keracunan makanan pada Selasa (1/9/2026).
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, sebanyak 478
santri dari 566 korban telah diperbolehkan pulang. Sementara 88 santri lainnya masih menjalani perawatan medis.
Baca juga: Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Bupati Bantah Isu Korban Meninggal“Tersisa 88 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di
Sidoarjo sejak Selasa (1/9/2026). Jadi, total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sedangkan sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Subandi, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Subandi setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Subandi, kondisi mayoritas santri yang masih menjalani perawatan relatif stabil. Ia memastikan seluruh santri yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta di wilayah Sidoarjo.
Dalam kunjungannya, Subandi juga menyampaikan hasil temuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terkait perizinan SPPG. Ia mengatakan, SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manba’ul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya disebut telah mengantongi izin.
Namun, dari total 170 SPPG yang beroperasi di Sidoarjo, Pemkab menemukan 31 SPPG yang belum memiliki izin.
Baca juga: Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Akan Periksa SPPG“Total SPPG yang beroperasi di Sidoarjo sebanyak 170 dan 31 di antaranya belum mengantongi izin,” kata Subandi.
Menurut Subandi, temuan tersebut telah dilaporkan
kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti sebagai antisipasi kejadian serupa tidak terulang dan memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan dengan baik.
Operasional SPPG Terkait DisuspendSementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN Sudaryono mengenai dugaan keracunan yang dialami para santri.
Ia menyatakan bahwa BGN telah menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend terhadap operasional SPPG yang terkait dengan kejadian tersebut mulai Rabu (2/9/2026). Adapun penghentian sementara dilakukan untuk kepentingan investigasi.
“Akan ada investigasi dari BGN pusat apakah akan ada suspend ringan atau berat terkait operasional SPPG tersebut,” kata Teguh.
Baca juga: Kepala BGN Copot Ratusan Kepala SPPG, Menyusul 707 Orang Keracunan MBG di SemarangTeguh menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap makanan yang disajikan kepada para santri. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu paling cepat satu minggu. (Sumber: Antara).
(est)