LANGIT7.ID-Yogyakarta; Menteri Agama mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas yang kuat. Pesan tersebut disampaikan Menag saat berkunjung ke Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Menyapa para santri, Menag menekankan peran penting belajar dari perjalanan hidup para tokoh besar. Menurutnya, keberhasilan lahir dari disiplin, kerja keras, dan kemampuan berpikir secara sistematis.
"Belajarlah dari tokoh-tokoh besar. Tidak ada tokoh besar yang lahir tanpa perjuangan. Tidak ada ruginya menjadi orang yang disiplin dan menghargai waktu," ujar Menag di Yogyakarta, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa tradisi keilmuan Islam mengajarkan manusia untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan berpikir rasional, tetapi juga mengembangkan kepekaan batin melalui perenungan dan penghayatan nilai-nilai spiritual.
Menurut Menag, ilmu yang bermanfaat hanya dapat diraih melalui perpaduan antara kecerdasan intelektual, kebersihan hati, dan akhlak yang baik. Karena itu, ia mengingatkan para santri agar memegang teguh nilai-nilai keislaman seperti ikhlas, sabar, tawadhu', dan istiqamah dalam menjalani kehidupan.
"Setinggi apa pun pendidikan seseorang, jika tidak memiliki akhlakul karimah, maka ilmunya tidak akan membawa manfaat," ujarnya.
Menag juga mengajak para santri untuk tidak semata-mata mengejar pencapaian material, melainkan mengutamakan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. "Dalam hidup ini jangan hanya mencari yang paling tinggi, paling besar, atau paling banyak. Yang paling penting adalah keberkahan," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Menag turut menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk mendukung pengembangan pendidikan di Mu'allimin Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.
(lam)