LANGIT7.ID-, Tokyo - - Dua perusahaan Jepang, Yasu Project dan Relive. menghadirkan inovasi unik dengan mengembangkan
masjid keliling (mobile mosque) yang akan didistribusikan di daerah-daerah konflik dan wilayah bencana.
Masjid keliling ini dirancang berbasis truk Hino besar dengan 10 roda. Truk ini dapat berubah menjadi ruang salat berukuran 48 meter persegi, yang dapat menampung hingga 50 jamaah.
Baca juga: Perjalanan Desainer Jepang Membuat Jenama Hijab Pertama di Negeri SakuraDilansir dari Japan Today, Jumat (10/10/2025),
masjid keliling buatan Jepang ini juga dilengkapi dengan
ruang wudhu, pendingin udara, dan generator mandiri.
CEO Yasu Project, Yasuharu Inoue, yang kerap bepergian ke Timur Tengah, mengaku bahwa ia didorong untuk mengembangkan proyek ini oleh Emir Qatar.
Inoue membangun
masjid keliling pertama, bekerja sama dengan Bank Doha dan Kamar Dagang, dengan biaya 85 juta yen atau sekitar Rp9,2 miliar.
Proyek ini menarik perhatian media global dan mendapatkan klien pertamanya, yaitu perusahaan minyak Saudi, Aramco.
Perusahaan-perusahaan Jepang lainnya juga menyatakan minatnya terhadap proyek ini, begitu pula negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia.
CEO Relive, Takashi Sasaki, setuju untuk bergabung dalam proyek ini dan membantu pendanaan.
Baca juga: Islam Berkembang, Masjid di Jepang Meningkat 7 Kali Lipat“Saya bertemu dengan Sasaki dan beliau mencoba mewujudkan ide saya dengan menyarankan agar kita membentuk semacam organisasi sebagai wadah pendanaan dan menyumbangkan
masjid keliling ke negara-negara kurang mampu serta membawa perdamaian ke tempat-tempat yang dilanda perang,” jelas Inoue.
Sementara eks anggota Majelis Tokyo sekaligus manajer umum dana tersebut, Shirato Taro, mengatakan ada kekhawatiran, terutama setelah pemilihan Parlemen baru-baru ini, bahwa beberapa politisi justru berusaha memecah belah masyarakat alih-alih menyatukan mereka.
“Kita harus hidup berdampingan dan rukun. Dan
masjid keliling adalah bagian dari ide ini. Kami ingin menjembatani
Jepang dan dunia Islam serta mengubah dunia dari eksklusivismenya.” katanya.
Inoue mengatakan beberapa wilayah yang menjadi target mencakup tempat-tempat seperti Yaman, Irak, Gaza, dan Afrika, serta wilayah rawan bencana alam seperti Indonesia dan Iran.
Baca juga: Punya Tantangan Sendiri, Begini Tips Parenting di Negeri Minoritas Muslim(est)