LANGIT7.ID-, Tokyo - -
Sanae Takaichi, Presiden Partai Liberal Demokrat (LDP), terpilih sebagai
perdana menteri Jepang dalam
pemungutan suara di Majelis Rendah pada Selasa (21/10/2025).
Sanae Takaichi memperoleh 237 suara di majelis rendah yang beranggotakan 465 orang dan 125 suara di majelis tinggi parlemen.
Terpilihnya
Sanae Takaichi menjadikannya sebagai perempuan pertama yang memimpin negara tersebut. Ini menjadi momen penting bagi negara yang secara historis menganut paham patriarki.
Baca juga: Drummer Band Metal dan Pembawa Acara TV, Sanae Takaichi Yang Jadi Perdana Menteri JepangLalu siapa
Sanae Takaichi?
Sanae Takaichi dikenal sebagai politisi yang tegas dan nasionalis. Perempuan berusia 64 tahun ini bertransisi dari presenter TV menjadi pembawa bendera cita-cita tradisional dan nasionalis.
Ia berasal dari keluarga sederha di Nara, dekat Osaka.
Ayahnya merupakan seorang pegawai kantor biasa, sedangkan sang ibu seorang polisi. Dunia politik sama sekali bukan bagian dari kehidupan masa kecilnya.
Takaichi merupakan penggemar musik, bahkan ia sempat menjadi pemain drum band
heavy metal dan penggemar sepeda motor Kawasaki.
Dilansir dari Saudi Gazette, Takaichi adalah anak didik mantan perdana menteri Shinzo Abe, yang tewas dibunuh. Takaichi bahkan mengklaim mewarisi kekonservatifan Abe.
Seperti Abe, ia mendukung revisi konstitusi pasifis Jepang dan kunjungan ke kuil perang kontroversial yang memuat nama-nama mereka yang dihukum karena kejahatan perang selama Perang Dunia II.
Baca juga: Sanae Takaichi Akan Menjadi Perdana Menteri Perempuan Pertama JepangKedua isu tersebut memicu kemarahan di negara tetangga, Tiongkok dan Korea Selatan, yang juga merupakan mitra dagang penting bagi Jepang.
Selain itu, Takaichi juga menentang pernikahan sesama jenis dan menentang pasangan menikah menggunakan keluarga berbeda.
Menurut Takaichi, penggunaan nama keluarga terpisah dapat merusak stabilitas nama keluarga bagi anak.
Beberapa sikap ini disebut dapat memperumit hubungan regional Jepang.
Dengan terpilihnya Takaichi, LDP berharap ia dapat menjadi solusi atas ketidakpopuleran mereka belakangan ini. Namun, dengan pergantian perdana menteri yang telah berganti empat pemimpin dalam lima tahun terakhir, Takaichi yang dijuluki 'Wanita Besi' Jepang ini perlu memberikan hasil yang cepat agar tetap berkuasa.
(est)