Tak Perlu Panik, Hadapi Resesi Ekonomi dengan 3 Cara Ini
Mahmuda attar hussein
Senin, 09 Januari 2023 - 13:30 WIB
Ilustrasi terdampak resesi ekonomi. (Foto: Istimewa).
Tahun 2023 ini disebut sebagai tahun gelap karena dunia mengalami resesi ekonomi. Namun masyarakat tak perlu panik dengan isu-isu yang bermunculan.
Walaupun International Monetary Fund (IMF) menyebutkan sepertiga ekonomi global akan mengalami resesi. Namun di sisi lain, resesi ekonomi adalah hal lumrah yang terjadi dalam siklus ekonomi kapitalis.
Melansir Entrepreneur, para ekonom di National Bureau of Economic Research, mengartikan resesi sebagai periode kemerosotan ekonomi yang berkepanjangan atau penurunan aktivitas ekonomi.
Hal itu berdampak dan memengaruhi ekonomi suatu negara atau dunia secara keseluruhan dan berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Adapun tanda-tanda resesi ekonomi pada sebuah negara meliputi:
1. PHK lebih dari rata-rata, lapangan kerja lebih ketat;
2. Penurunan harga saham secara umum dan meluas;
3. Lebih banyak bisnis yang bangkrut dari biasanya.
Walaupun International Monetary Fund (IMF) menyebutkan sepertiga ekonomi global akan mengalami resesi. Namun di sisi lain, resesi ekonomi adalah hal lumrah yang terjadi dalam siklus ekonomi kapitalis.
Melansir Entrepreneur, para ekonom di National Bureau of Economic Research, mengartikan resesi sebagai periode kemerosotan ekonomi yang berkepanjangan atau penurunan aktivitas ekonomi.
Hal itu berdampak dan memengaruhi ekonomi suatu negara atau dunia secara keseluruhan dan berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Adapun tanda-tanda resesi ekonomi pada sebuah negara meliputi:
1. PHK lebih dari rata-rata, lapangan kerja lebih ketat;
2. Penurunan harga saham secara umum dan meluas;
3. Lebih banyak bisnis yang bangkrut dari biasanya.