LANGIT7.ID, Jakarta -
Tahun 2023 ini disebut sebagai tahun gelap karena dunia mengalami
resesi ekonomi. Namun masyarakat tak perlu panik dengan isu-isu yang bermunculan.
Walaupun International Monetary Fund (IMF) menyebutkan sepertiga
ekonomi global akan mengalami resesi. Namun di sisi lain, resesi ekonomi adalah hal lumrah yang terjadi dalam siklus ekonomi kapitalis.
Melansir
Entrepreneur, para ekonom di National Bureau of Economic Research, mengartikan resesi sebagai periode kemerosotan ekonomi yang berkepanjangan atau penurunan
aktivitas ekonomi.
Hal itu berdampak dan memengaruhi ekonomi suatu negara atau dunia secara keseluruhan dan berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Adapun tanda-tanda resesi ekonomi pada sebuah negara meliputi:
1. PHK lebih dari rata-rata, lapangan kerja lebih ketat;
2. Penurunan harga saham secara umum dan meluas;
3. Lebih banyak bisnis yang bangkrut dari biasanya.
4. Lebih sedikit kenaikan gaji atau promosi bagi pekerja.
Lantas, apa langkah antisipasi yang perlu dilakukan di tahun resesi ekonomi 2023? Berikut langkah terbaik yang bisa Sahabat lakukan untuk menghadapi resesi ekonomi:
1. Lunasi UtangPrioritas yang mesti dilakukan adalah melunasi sebanyak mungkin utang dan menghindari untuk menambah utang, apapun alasannya.
Semakin lama membiarkan utang, akan semakin buruk pula kredit dan semakin banyak biaya bunga (bila menggunakan konvensional) yang akan dibayarkan.
2. MenabungJangan cari-cari alasan untuk menunda menabung, terutama di tahun resesi ekonomi 2023 ini. Justru di tahun ini Sahabat mesti menambah anggaran untuk menabung alias saving money.
Pasalnya, perlambatan ekonomi akan terjadi saat resesi. Imbasnya, mungkin perusahaan akan menunda promosi jabatan atau menaikkan gaji karyawannya.
3. Jangan panikJangan panik jika dan ketika terjadi resesi, terlebih media massa mulai banyak mengangkat isu soal tantangan ekonomi.
Sebetulnya, resesi adalah bagian wajar dari siklus ekonomi yang melekat dalam kapitalisme. Secara sederhana, resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang tak terelakkan.
Begitu orang berhenti panik tentang dampak resesi, aktivitas ekonomi akan kembali normal, dan bisnis akan mulai berkembang pesat lagi. Itu karena orang optimis untuk membelanjakan uangnya, sehingga perekonomian sebuah negara kembali berputar.
(bal)