Felix Siauw Jelaskan Definisi Muslim ke Daniel Mananta: Menjaga Lisan
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 14 Januari 2023 - 09:01 WIB
Ustaz Felix Siauw bersama Daniel Mananta dalam sebuah podcast. Foto: Hasil tangkapan layar.
Pendakwah, Ustaz Felix Siauw mengatakan sebelum menjadi seorang Muslim harus belajar menjadi manusia terlebih dahulu. Artinya, lanjut Ustaz Felix, sebelum berdakwah jadilah orang atau teman terlebih dahulu.
"Kamu tiba-tiba dakwah, padahal jadi manusia aja belum. Tiba-tiba ngomongnya kasar, tiba-tiba memaki orang. Ini bukan hanya tidak lulus jadi orang muslim, tetapi jadi manusia aja nggak pantas karenanya belajarlah menjadi manusia terlebih dahulu," ujar Ustaz Felix dikutip dari Daniel Mananta Network, Sabtu (14/1/2022).
Baca juga: Banyak Aturan di Islam, Ustadz Felix: Untuk Mempermudah Urusan
Hal tersebut disampaikan Ustaz Felix dalam podcast bersama presenter Daniel Mananta. Dia pun menceritakan alasannya memilih Islam sebagai keyakinannya.
"Setelah aku masuk Islam, aku baru mengerti bahwa Islam adalah adalah yang tidak pernah mendikotomiskan antara akal dan perasaan. Bahwa Islam itu satu paket," kata Ustaz Felix.
Dia melanjutkan, Allah SWT dan Rasulullah senantiasa berpesan bahwa mereka yang masuk Islam dinilai dari perubahan perilaku dari perpindahan iman, bukan dari paling baik logikanya.
"Dilihat dari bagaimana cara dia memperlakukan orang, merespons sesuatu. Jadi bukan fisiknya, tapi sesuatu yang nonfisik. Jadi perubahan itu yang menjadikannya sebagai muslim," terangnya.
"Kamu tiba-tiba dakwah, padahal jadi manusia aja belum. Tiba-tiba ngomongnya kasar, tiba-tiba memaki orang. Ini bukan hanya tidak lulus jadi orang muslim, tetapi jadi manusia aja nggak pantas karenanya belajarlah menjadi manusia terlebih dahulu," ujar Ustaz Felix dikutip dari Daniel Mananta Network, Sabtu (14/1/2022).
Baca juga: Banyak Aturan di Islam, Ustadz Felix: Untuk Mempermudah Urusan
Hal tersebut disampaikan Ustaz Felix dalam podcast bersama presenter Daniel Mananta. Dia pun menceritakan alasannya memilih Islam sebagai keyakinannya.
"Setelah aku masuk Islam, aku baru mengerti bahwa Islam adalah adalah yang tidak pernah mendikotomiskan antara akal dan perasaan. Bahwa Islam itu satu paket," kata Ustaz Felix.
Dia melanjutkan, Allah SWT dan Rasulullah senantiasa berpesan bahwa mereka yang masuk Islam dinilai dari perubahan perilaku dari perpindahan iman, bukan dari paling baik logikanya.
"Dilihat dari bagaimana cara dia memperlakukan orang, merespons sesuatu. Jadi bukan fisiknya, tapi sesuatu yang nonfisik. Jadi perubahan itu yang menjadikannya sebagai muslim," terangnya.