PPP Siap Prioritaskan Caleg Perempuan Berpotensi
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 20 Januari 2023 - 20:07 WIB
Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat Kaukus Perempuan Politik Indonesia DPP KPPI. (Foto: dok. PPP)
Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menyatakan kesiapan untuk mendukung calon legislatif (caleg) perempuan berpotensi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Komitmen itu disampaikan usai PPP menerima kunjungan Dewan Pengurus Pusat Kaukus Perempuan Politik Indonesia DPP KPPI.
Dalam audiensi tersebut, DPP KPPI yang dipimpin Ketua Umum Rahayu Saraswati membawa hasil rekomendasi rakernas KPPI. Intinya, KPPI meminta partai politik (parpol) untuk menempatkan perempuan yang berkualitas dan potensial di minimal 30 persen daerah pemilihan di seluruh Indonesia.
"Bukan hanya itu, kami juga ingin setiap Parpol bisa memastikan Caleg perempuan bisa terpilih di Dapil tersebut dengan cara menambah komposisi para caleg dari perempuan," kata perempuan yang akrab disapa Sarah dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:Wujudkan Target Kursi di 2024, DPP PPP Bedah Dapil Bareng DPW Jateng
Selain itu, Parpol juga harus berkomitmen untuk mendukung para caleg perempuan dengan memfasilitasi bantuan logistik yang cukup untuk mencapai target keterwakilan 30 persen perempuan di Parlemen.
"Harus ada kompensasi atau memberikan penggantian atas sumbangan suara dari caleg perempuan apabila mereka tidak lolos. Ini agar mereka termotivasi untuk bisa berperan aktif di politik," ujar Sarah.
Selanjutnya, Parpol juga harus memastikan perlindungan terhadap caleg perempuan segala bentuk kekerasan saat kampanye. Baik dari eksternal maupun dari internal parpol itu sendiri. "Terakhir, kami meminta parpol untuk tegas menolak bentuk politik uang," tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, DPP KPPI yang dipimpin Ketua Umum Rahayu Saraswati membawa hasil rekomendasi rakernas KPPI. Intinya, KPPI meminta partai politik (parpol) untuk menempatkan perempuan yang berkualitas dan potensial di minimal 30 persen daerah pemilihan di seluruh Indonesia.
"Bukan hanya itu, kami juga ingin setiap Parpol bisa memastikan Caleg perempuan bisa terpilih di Dapil tersebut dengan cara menambah komposisi para caleg dari perempuan," kata perempuan yang akrab disapa Sarah dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:Wujudkan Target Kursi di 2024, DPP PPP Bedah Dapil Bareng DPW Jateng
Selain itu, Parpol juga harus berkomitmen untuk mendukung para caleg perempuan dengan memfasilitasi bantuan logistik yang cukup untuk mencapai target keterwakilan 30 persen perempuan di Parlemen.
"Harus ada kompensasi atau memberikan penggantian atas sumbangan suara dari caleg perempuan apabila mereka tidak lolos. Ini agar mereka termotivasi untuk bisa berperan aktif di politik," ujar Sarah.
Selanjutnya, Parpol juga harus memastikan perlindungan terhadap caleg perempuan segala bentuk kekerasan saat kampanye. Baik dari eksternal maupun dari internal parpol itu sendiri. "Terakhir, kami meminta parpol untuk tegas menolak bentuk politik uang," tambahnya.