LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat
Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menyatakan kesiapan untuk mendukung calon legislatif (caleg) perempuan berpotensi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Komitmen itu disampaikan usai PPP menerima kunjungan Dewan Pengurus Pusat Kaukus Perempuan Politik Indonesia DPP KPPI.
Dalam audiensi tersebut, DPP KPPI yang dipimpin Ketua Umum Rahayu Saraswati membawa hasil rekomendasi rakernas KPPI. Intinya, KPPI meminta partai politik (parpol) untuk menempatkan
perempuan yang berkualitas dan potensial di minimal 30 persen daerah pemilihan di seluruh Indonesia.
"Bukan hanya itu, kami juga ingin setiap Parpol bisa memastikan Caleg perempuan bisa terpilih di Dapil tersebut dengan cara menambah komposisi para caleg dari perempuan," kata perempuan yang akrab disapa Sarah dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga: Wujudkan Target Kursi di 2024, DPP PPP Bedah Dapil Bareng DPW JatengSelain itu, Parpol juga harus berkomitmen untuk mendukung para caleg perempuan dengan memfasilitasi bantuan logistik yang cukup untuk mencapai target keterwakilan 30 persen perempuan di Parlemen.
"Harus ada kompensasi atau memberikan penggantian atas sumbangan suara dari caleg perempuan apabila mereka tidak lolos. Ini agar mereka termotivasi untuk bisa berperan aktif di politik," ujar Sarah.
Selanjutnya, Parpol juga harus memastikan perlindungan terhadap caleg perempuan segala bentuk kekerasan saat kampanye. Baik dari eksternal maupun dari internal
parpol itu sendiri. "Terakhir, kami meminta parpol untuk tegas menolak bentuk politik uang," tambahnya.
Sementara itu, Waketum DPP PPP Rusli Effendi menyatakan pihaknya siap menampung aspirasi yang telah disampaikan KPPI. Menurutnya, apa yang menjadi rekomendasi KPPI sudah dipraktekan oleh DPP PPP sejak dulu.
Baca Juga: Jelang HUT Gerindra, Muzani Instruksikan Kader Pasang Spanduk Prabowo Presiden 2024"Kita memiliki kader-kader perempuan yang menempati posisi strategis di pemerintahan. Kita ada Ibu Lena Maryana Mukti Duta Besar Kuwait yang juga pernah berperan aktif di KPPI, kemudian ada Illiza Sa’adudin Djamal, Wartiah, Elly Rachmat Yassin, Nurhayati, Ema Ummiyatul Chusna yang berperan di senayan," ungkap Rusli.
Kemudian, PPP juga sudah menerapkan dalam AD/ART bahwa pengurus partai wajib 30 persen di semua tingkatan struktur partai. Bahkan, di DPP PPP mencapai 49 persen dari unsur perempuan.
"Di setiap bidang itu ada perwakilan perempuan dan mereka dilibatkan dalam setiap rapat-rapat. Sehingga bisa memberikan masukan dan ikut dalam menentukan kebijakan strategis," lanjutnya.
Selain itu, PPP juga siap mengawal para kader-kader perempuan berpotensi agar bisa terpilih pada
Pemilu 2024 mendatang. PPP menjadikan para kader perempuan sebagai caleg-caleg prioritas.
"Kami sudah memenuhi sekitar 42 persen caleg dari kalangan perempuan. Langkah selanjutnya tentu mensuport mereka bagaimana agar para caleg perempuan ini terpilih," tuturnya.
Baca Juga:
Megawati Isyaratkan Capres dari Internal, Begini Respons Ganjar
Komisi II DPR dan KPU Sepakati Sistem Proposional Terbuka(gar)