Prioritas Amalan di Bulan Rajab, Ternyata Bukan Puasa
Muhajirin
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia atau bulan haram dalam Islam. Empat bulan haram dalam kalender hijriyah di antaranya Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan tersebut disebut bulan haram karena adanya larangan untuk berbuat aniaya dan peperangan.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36, "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat)." (QS. At-Taubah: 36).
Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengatakan, Allah menyebutkan secara khusus larangan menzalimi diri sendiri di empat bulan tersebut untuk menjelaskan kepada kita keistimewaannya (prioritasnya). Keistimewaan itu berupa kehormatan Rajab yang sangat besar. Hal itu juga menegaskan larangan berbuat zalim di dalamnya. Sekalipun berbuat zalim di bulan-bulan lain juga dilarang.
Baca Juga:Rajab adalah Bulan Haram, Ini Hal yang Dilarang dan Harus Dilakukan
Ayat tersebut mengisyaratkan amalan prioritas atau unggulan di bulan Rajab. Di antaranya menghentikan segala bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Tidak disebutkan kezaliman terhadap orang lain, karena berhenti dari menzalimi orang lain itu dimulai dari berhenti menzalimi diri sendiri.
Jika sudah tidak menzalimi diri sendiri akan mudah berhenti dari menzalimi orang lain. Artinya, menzalimi diri sendiri saja dilarang apalagi menzalimi orang lain.
Menurut Ustadz Aunur Rafiq Saleh, amalan prioritas atau unggulan di bulan-bulan Rajab diingatkan bukan tanpa alasan. Itu karena bisa jadi ada sebagian orang yang salah dalam beramal dengan tidak menjaga prioritas.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36, "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat)." (QS. At-Taubah: 36).
Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengatakan, Allah menyebutkan secara khusus larangan menzalimi diri sendiri di empat bulan tersebut untuk menjelaskan kepada kita keistimewaannya (prioritasnya). Keistimewaan itu berupa kehormatan Rajab yang sangat besar. Hal itu juga menegaskan larangan berbuat zalim di dalamnya. Sekalipun berbuat zalim di bulan-bulan lain juga dilarang.
Baca Juga:Rajab adalah Bulan Haram, Ini Hal yang Dilarang dan Harus Dilakukan
Ayat tersebut mengisyaratkan amalan prioritas atau unggulan di bulan Rajab. Di antaranya menghentikan segala bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Tidak disebutkan kezaliman terhadap orang lain, karena berhenti dari menzalimi orang lain itu dimulai dari berhenti menzalimi diri sendiri.
Jika sudah tidak menzalimi diri sendiri akan mudah berhenti dari menzalimi orang lain. Artinya, menzalimi diri sendiri saja dilarang apalagi menzalimi orang lain.
Menurut Ustadz Aunur Rafiq Saleh, amalan prioritas atau unggulan di bulan-bulan Rajab diingatkan bukan tanpa alasan. Itu karena bisa jadi ada sebagian orang yang salah dalam beramal dengan tidak menjaga prioritas.