Masjid Jogokariyan Bina Jemaah Jadi Muzakki, Dana Ziswaf Capai Miliaran
Muhajirin
Sabtu, 28 Januari 2023 - 17:23 WIB
Masjid Jogokariyan (foto: Suara Masjid)
Ketua Majelis Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir ASP, menegaskan, salah satu program utama Masjid Jogokariyan adalah memberdayakan ekonomi umat Islam. Jogokariyan membina para mustahik (penerima zakat) agar bisa menjadi muzakki (wajib zakat).
“Dulu pada 2003, muzakki hanya 19 orang, zakat maal hanya Rp5 juta setahun. Setelah kita menggerakkan masyarakat untuk salat berjamaah, sekarang bagaimana memberdayakan ekonomi jemaah yang sudah ke Masjid ini,” kata Ustadz Jazir di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Sabtu (28/1/2023).
Baca Juga: Mempermegah Bangunan atau Membina Umat, Mana Prioritas Takmir Masjid?
Menurut Ustadz Jazir, dana Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) yang dititipkan jemaah ke masjid harus dihabiskan untuk kebutuhan masyarakat. Masjid Jogokariyan bahkan menargetkan saldo nol rupiah setiap bulan.
“Uang masjid itu dihabiskan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Tahun ini, kami punya 590 muzakki, zakat maal Rp3,2 M. 80% dulu mustahik, sekarang menjadi muzakki. Kedua, infak pada 2003 itu hanya Rp43.200.000, tahun ini infak kita mencapai lebih dari Rp4 miliar. Kemudian, wakaf uang atau wakaf produktif tahun ini mencapai Rp7 M dalam satu tahun,” ungkap Ustadz Jazir.
“Dulu pada 2003, muzakki hanya 19 orang, zakat maal hanya Rp5 juta setahun. Setelah kita menggerakkan masyarakat untuk salat berjamaah, sekarang bagaimana memberdayakan ekonomi jemaah yang sudah ke Masjid ini,” kata Ustadz Jazir di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Sabtu (28/1/2023).
Baca Juga: Mempermegah Bangunan atau Membina Umat, Mana Prioritas Takmir Masjid?
Menurut Ustadz Jazir, dana Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) yang dititipkan jemaah ke masjid harus dihabiskan untuk kebutuhan masyarakat. Masjid Jogokariyan bahkan menargetkan saldo nol rupiah setiap bulan.
“Uang masjid itu dihabiskan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Tahun ini, kami punya 590 muzakki, zakat maal Rp3,2 M. 80% dulu mustahik, sekarang menjadi muzakki. Kedua, infak pada 2003 itu hanya Rp43.200.000, tahun ini infak kita mencapai lebih dari Rp4 miliar. Kemudian, wakaf uang atau wakaf produktif tahun ini mencapai Rp7 M dalam satu tahun,” ungkap Ustadz Jazir.