HPN 2023, Muhammadiyah: Senantiasa Berpegang pada Nilai Pancasila dan Agama
Mahmuda attar hussein
Kamis, 09 Februari 2023 - 20:35 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, berharap agar media, termasuk pengelola dan penyelenggaranya dapat senantiasa berpegang teguh pada nilai Pancasila dan agama.
Hal itu disampaikannya bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2023 yang jatuh pada hari ini, Kamis (9/2/2023). "Pers harus bisa membawa jiwa, visi, dan cita-cita luhur Indonesia bersama seluruh komponen bangsa," kata Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah.
Haedar menuturkan pers sebagai pilar keempat demokrasi, diharapkan dapat berperan membangun bangsa dan negara. Sebagai institusi negara, pers juga mesti bisa mengantarkan rakyatnya untuk bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Baca Juga:Januar P Ruswita Terpilih sebagai Ketua Umum SPS 2023-2027
Dengan kebebasan yang dianut di Indonesia, lanjutnya, pers harus berbingkai dengan nilai luhur dan mampu membawa nilai universal. Hal itu dilakukan agar negara bisa membangun relasi di atas kebebasan, termasuk membentuk jiwa gotong royong, kolektif-kebersamaan, dan bhineka tunggal ika. "Sehingga kebebasan itu terintegrasi dengan daya hidup bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, makna demokrasi di Indonesia bertumpu pada sila ke-4 dari Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”.
Demokrasi dalam Pancasila adalah nilai musyawarah, kebersamaan, dan kebijaksanaan. Artinya, demokrasi yang sesungguhnya bukan soal kekuatan, oligarki, dan bukan pula semata-mata nilai rasionalitas.
Hal itu disampaikannya bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2023 yang jatuh pada hari ini, Kamis (9/2/2023). "Pers harus bisa membawa jiwa, visi, dan cita-cita luhur Indonesia bersama seluruh komponen bangsa," kata Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah.
Haedar menuturkan pers sebagai pilar keempat demokrasi, diharapkan dapat berperan membangun bangsa dan negara. Sebagai institusi negara, pers juga mesti bisa mengantarkan rakyatnya untuk bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Baca Juga:Januar P Ruswita Terpilih sebagai Ketua Umum SPS 2023-2027
Dengan kebebasan yang dianut di Indonesia, lanjutnya, pers harus berbingkai dengan nilai luhur dan mampu membawa nilai universal. Hal itu dilakukan agar negara bisa membangun relasi di atas kebebasan, termasuk membentuk jiwa gotong royong, kolektif-kebersamaan, dan bhineka tunggal ika. "Sehingga kebebasan itu terintegrasi dengan daya hidup bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, makna demokrasi di Indonesia bertumpu pada sila ke-4 dari Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”.
Demokrasi dalam Pancasila adalah nilai musyawarah, kebersamaan, dan kebijaksanaan. Artinya, demokrasi yang sesungguhnya bukan soal kekuatan, oligarki, dan bukan pula semata-mata nilai rasionalitas.