Kisah Pesepak Bola Selamat dari Gempa Turki karena Salat Subuh
Muhajirin
Senin, 13 Februari 2023 - 17:45 WIB
Gempa Turki (foto: AP Photo)
Kevin Soni, pemain klub sepak bola Turki, Hatayspor, selamat dari guncangan gempa berkekuatan M7,8 karena terbiasa terbangun untuk menunggu salat Subuh.
“Saya seorang Muslim dan saya sangat religius. Apa yang menyelamatkan saya adalah bahwa saya ingin menunggu sampai jam 6:40 pagi untuk shalat Subuh. Itu sebabnya saya tidak bisa tidur, ”kata Soni dalam wawancara dengan Foot Mercato, dikutip Senin (13/2/2023).
Soni mengaku sangat bersyukur pada kondisi tersebut. Jika tidak terjaga menunggu waktu Subuh, Soni bisa saja tertimbun reruntuhan bangunan apartemen tempatnya tinggal. Dia tinggal di sebuah apartemen 17 lantai.
Baca Juga:Taklukkan Al Hilal 5-3, Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub 2022
“Jadi saya berkata pada diri sendiri bahwa jika saya tidur, melihat bagaimana semuanya jatuh di rumah, saya pasti sudah mati. Itu bahkan pasti. Batu-batu yang jatuh sangat besar. Itu adalah bangunan tujuh belas lantai, bayangkan. Jadi jika saya tidur, saya pikir saya akan mati,” kata Soni.
Kendati demikian, Soni mengalami trauma akibat gempa mewaskan ribuan orang tersebut. Dia belum pernah mengalami guncangan sedahsyat itu. Kejadian yang tidak pernah diharapkan, dan akan terus melekat dalam ingatan Soni seumur hidup.
“Saya seorang Muslim dan saya sangat religius. Apa yang menyelamatkan saya adalah bahwa saya ingin menunggu sampai jam 6:40 pagi untuk shalat Subuh. Itu sebabnya saya tidak bisa tidur, ”kata Soni dalam wawancara dengan Foot Mercato, dikutip Senin (13/2/2023).
Soni mengaku sangat bersyukur pada kondisi tersebut. Jika tidak terjaga menunggu waktu Subuh, Soni bisa saja tertimbun reruntuhan bangunan apartemen tempatnya tinggal. Dia tinggal di sebuah apartemen 17 lantai.
Baca Juga:Taklukkan Al Hilal 5-3, Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub 2022
“Jadi saya berkata pada diri sendiri bahwa jika saya tidur, melihat bagaimana semuanya jatuh di rumah, saya pasti sudah mati. Itu bahkan pasti. Batu-batu yang jatuh sangat besar. Itu adalah bangunan tujuh belas lantai, bayangkan. Jadi jika saya tidur, saya pikir saya akan mati,” kata Soni.
Kendati demikian, Soni mengalami trauma akibat gempa mewaskan ribuan orang tersebut. Dia belum pernah mengalami guncangan sedahsyat itu. Kejadian yang tidak pernah diharapkan, dan akan terus melekat dalam ingatan Soni seumur hidup.