LANGIT7.ID-, Jakarta - - Momen penuh syukur menyelimuti
komunitas Muslim Indonesia di Edmonton, Alberta, Kanada, saat Masjid Al-Ikhlas Centre resmi dibuka untuk umat. Acara
soft launching Masjid Al-Ikhlas Centre ini dihadiri sejumlah
figur publik Tanah Air di antaranya
Tengku Firmansyah, Cindy Fatikasari,
Nikita Willy, dan suaminya, Indra Priawan.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari perayaan atas terwujudnya Masjid Al-Ikhlas Centre, yang dibangun dari semangat gotong royong serta dukungan
wakaf dan donasi masyarakat sejak 2025.
Baca juga: Tengku Firmansyah dan Cindy Fatikasari Mudik ke Indonesia demi Tengok Cucu PertamaDikutip dari akun Instagram @masjidedmontonkanada,
pembangunan masjid memakan waktu kurang dari dua tahun. Dana yang terkumpul mencapai 1,4 juta dolar Kanada dari 200.000 donatur di 11 negara.
Masjid ini berdiri di atas properti yang sebelumnya merupakan bekas studio musik dan kini telah bertransformasi menjadi rumah ibadah bagi
umat Islam di Edmonton, Kanada Barat.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tengku Firmansyah mengungkapkan rasa bahagia dapat hadir di pembukaan Masjid Al-Ikhlas Centre. Di acara tersebut, Tengku Firmansyah bertemu dengan pendiri Cinta Quran Foundation, Ustaz Fatih Karim, sekaligus menyambut kedatangan Nikita Willy dan Indra Priawan yang hadir dalam acara tersebut.
"Alhamdulillah, seneng banget bisa ketemu lagi sama Ustadz Fatih Karim and welcome to Edmonton buat Nikita Willy dan Indra Priawan yang telah hadir dalam acara soft launching Al-Ikhlas Centre," tulis Tengku Firmansyah dalam unggahannya, dilihat Rabu (5/8/2026).
Unggahan itu memperlihatkan suasana hangat kebersamaan para tamu dan komunitas Muslim Indonesia yang merayakan tonggak penting perjalanan pembangunan masjid tersebut.
Baca juga: Tidak Dipaksa Suami, Nikita Willy Mantap Berhijab Karena Sang AnakSementara itu, melalui akun resmi Masjid Edmonton Kanada, panitia mengenang perjalanan panjang pembangunan Al-Ikhlas Centre. Mereka menyampaikan bahwa tanpa izin Allah SWT serta dukungan para wakif dan donatur, masjid tersebut tidak akan dapat berdiri hingga memasuki tahap peresmian awal.
Panitia menyebut Masjid Al-Ikhlas Centre diharapkan tidak hanya menjadi tempat menunaikan shalat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran Islam, pembinaan umat, dan penguat ukhuwah bagi Muslim yang tinggal di Edmonton dan wilayah Kanada Barat.
Masjid Al-Ikhlas Centre merupakan hasil kolaborasi Indonesian Muslim Community of Edmonton (IMCE) bersama Cinta Quran Foundation. Proyek ini menjadi ikhtiar menghadirkan pusat ibadah dan dakwah bagi diaspora Muslim Indonesia di Edmonton, sekaligus memperkuat syiar Islam di kawasan Kanada.
(est)