Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Tiba di Indonesia September
Muhajirin
Kamis, 26 Agustus 2021 - 07:00 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Langit7.id/iStock
Vaksin Covid-19 merek Johnson & Johnson akan masuk ke Tanah Air pada September 2021. Vaksin Johnson & Johnson tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Belanda.
Hal sedemikian tersebut disampaikan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Secara keseluruhan, Indonesia akan menerima sekitar 80 juta dosis vaksin pada September dari berbagai merek antara lain Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer.
Baca Juga: Jadi Booster Pfizer dan Sinovac, AstraZeneca Belum Yakin
"Kita akan kedatangan vaksin Johnson & Johnson itu dari Belanda itu tergeser (dari bulan ini) menjadi bulan depan, ini vaksin yang hanya satu suntikan," kata Budi dalam rapat kerja dengan DPR RI pada Rabu (25/8/2021).
Vaksin-vaksin tersebut merupakan hasil pembelian langsung pemerintah, bantuan dari Covax Facility, juga hibah dari sejumlah negara. Indonesia sejauh ini mengamankan pengadaan 426 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap untuk memvaksinasi 208,26 juta penduduk.
Baca Juga:5 Juta Vaksin Sinovac Datang Lagi ke Indonesia
Namun, Budi mengatakan situasi pengiriman vaksin masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pengiriman vaksin Novavax, yang dibeli Indonesia sebanyak 50 juta dosis kepada perusahaan farmasi Amerika Serikat harus diundur hingga Oktober karena belum mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).
Hal sedemikian tersebut disampaikan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Secara keseluruhan, Indonesia akan menerima sekitar 80 juta dosis vaksin pada September dari berbagai merek antara lain Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer.
Baca Juga: Jadi Booster Pfizer dan Sinovac, AstraZeneca Belum Yakin
"Kita akan kedatangan vaksin Johnson & Johnson itu dari Belanda itu tergeser (dari bulan ini) menjadi bulan depan, ini vaksin yang hanya satu suntikan," kata Budi dalam rapat kerja dengan DPR RI pada Rabu (25/8/2021).
Vaksin-vaksin tersebut merupakan hasil pembelian langsung pemerintah, bantuan dari Covax Facility, juga hibah dari sejumlah negara. Indonesia sejauh ini mengamankan pengadaan 426 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap untuk memvaksinasi 208,26 juta penduduk.
Baca Juga:5 Juta Vaksin Sinovac Datang Lagi ke Indonesia
Namun, Budi mengatakan situasi pengiriman vaksin masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pengiriman vaksin Novavax, yang dibeli Indonesia sebanyak 50 juta dosis kepada perusahaan farmasi Amerika Serikat harus diundur hingga Oktober karena belum mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).