Derita Penyintas Gempa Turki: Musim Dingin Menusuk, Rumah Jadi Puing-puing
Muhajirin
Selasa, 21 Februari 2023 - 08:00 WIB
Gempa Turki (foto: AP Photo)
Korban meninggal dunia akibat amukan gempa Turki mencapai 40 ribu orang. sekitar 345 ribu apartemen runtuh. Para penyintas korban pun terus bertahan hidup di tengah puing-puing reruntuhan dengan kondisi cuaca musim dingin yang menusuk tulang.
Para penyintas mengalami trauma. Banyak di antara mereka berkemah di tengah puing-puing bekas rumah yang telah menjadi tumpukan beton dan logam bengkok. Bau-bau anyir yang berasal dari mayat-mayat yang belum dievakuasi juga masih tercium.
Di sisi lain, salju terus turun. Ratusan rumah di kota tersebut yang terletak di kaki Gunung Anatolia tertutup salju karena sudah rata dengan tanah sejak 6 Februari 2023. Salah satu penyintas, Halil Kilic, mengatakan, para korban seolah tidak ada lagi harapan.
Baca Juga:KBRI Ankara Pulangkan Dua Jenazah WNI Korban Gempa Turki 22 Februari 2023
“Penduduk desa tidak punya harapan. Jika pemerintah membantu, mungkin mereka dapat melakukan sesuatu, jika tidak, hidup akan menjadi terlalu sulit,” katanya, dikutip middle east eye, Selasa (21/2/2023).
Pada Ahad (19/2/2023), terlihat puluhan penyintas terlihat berkumpul di samping gundukan puing. Ada api unggun di sana untuk menghalau dingin. Mereka harap-harap cemas kabar dari sanak keluarga yang masih tertimbun reruntuhan.
Ada pula yang terfokus pada upaya untuk mendapatkan kembali tabungan yang hilang dan barang-barang berharga. Mereka mengobrak-abrik tanah untuk mendapatkan dokumen yang diharapkan dapat membantu membangun kembali kehidupan baru.
Para penyintas mengalami trauma. Banyak di antara mereka berkemah di tengah puing-puing bekas rumah yang telah menjadi tumpukan beton dan logam bengkok. Bau-bau anyir yang berasal dari mayat-mayat yang belum dievakuasi juga masih tercium.
Di sisi lain, salju terus turun. Ratusan rumah di kota tersebut yang terletak di kaki Gunung Anatolia tertutup salju karena sudah rata dengan tanah sejak 6 Februari 2023. Salah satu penyintas, Halil Kilic, mengatakan, para korban seolah tidak ada lagi harapan.
Baca Juga:KBRI Ankara Pulangkan Dua Jenazah WNI Korban Gempa Turki 22 Februari 2023
“Penduduk desa tidak punya harapan. Jika pemerintah membantu, mungkin mereka dapat melakukan sesuatu, jika tidak, hidup akan menjadi terlalu sulit,” katanya, dikutip middle east eye, Selasa (21/2/2023).
Pada Ahad (19/2/2023), terlihat puluhan penyintas terlihat berkumpul di samping gundukan puing. Ada api unggun di sana untuk menghalau dingin. Mereka harap-harap cemas kabar dari sanak keluarga yang masih tertimbun reruntuhan.
Ada pula yang terfokus pada upaya untuk mendapatkan kembali tabungan yang hilang dan barang-barang berharga. Mereka mengobrak-abrik tanah untuk mendapatkan dokumen yang diharapkan dapat membantu membangun kembali kehidupan baru.