Soal Larangan Bukber, PKS: Kebijakan Diskriminatif
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 24 Maret 2023 - 05:00 WIB
Ilustrasi buka puasa bersama. (Foto: Langit7.id/iStock)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik kebijakan pemerintah terkait larangan buka puasa bersama (bukber) bagi Menteri dan Kepala Daerah. PKS memandang kebijakan tersebut diskriminatif.
Juru bicara PKS, Muhammad Iqbal menganggap kebijakan ini tidak konsisten dan kontraproduktif. PKS menilai buka puasa bersama adalah kegiatan yang positif dan bisa meningkatkan kebersamaan serta spiritualitas ASN dan pejabat Negara
"Buka puasa jangan hanya dimaknai makan bersama saja, namun memiliki nilai-nilai spiritualitas yang dalam bagi sesama muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apalagi di daerah buka puasa bersama sangat penting membangun sinergi dengan para tokoh dan ulama," kata Iqbal dalam keterangannya, Kamis (23/3/2023).
Baca Juga:Cholil Nafis: Bukber Momen Silaturahim, Tak Beda dengan Konsolidasi Politik
Iqbal mengaku heran dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Terlebih, masjid-masjid hingga konser musik sudah ramai dan dibolehkan.
"Buka puasa bersama memberikan dampak yang positif kepada ASN dan pemerintah. Saat buka puasa bersama akan terbangun silaturahim, kebersamaan, ceramah agama dan terbangun kepedulian dengan memberikan santunan," ujar Iqbal.
"Ceramah Ramadhan bisa memberikan pencerahan kepada ASN dan pejabat pemerintahan. Apalagi, saat ini lagi ramai isu pamer kemewahan, Ramadhan saat yang tepat mereka mendapat wejangan dan tausiyah," lanjutnya.
Juru bicara PKS, Muhammad Iqbal menganggap kebijakan ini tidak konsisten dan kontraproduktif. PKS menilai buka puasa bersama adalah kegiatan yang positif dan bisa meningkatkan kebersamaan serta spiritualitas ASN dan pejabat Negara
"Buka puasa jangan hanya dimaknai makan bersama saja, namun memiliki nilai-nilai spiritualitas yang dalam bagi sesama muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apalagi di daerah buka puasa bersama sangat penting membangun sinergi dengan para tokoh dan ulama," kata Iqbal dalam keterangannya, Kamis (23/3/2023).
Baca Juga:Cholil Nafis: Bukber Momen Silaturahim, Tak Beda dengan Konsolidasi Politik
Iqbal mengaku heran dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Terlebih, masjid-masjid hingga konser musik sudah ramai dan dibolehkan.
"Buka puasa bersama memberikan dampak yang positif kepada ASN dan pemerintah. Saat buka puasa bersama akan terbangun silaturahim, kebersamaan, ceramah agama dan terbangun kepedulian dengan memberikan santunan," ujar Iqbal.
"Ceramah Ramadhan bisa memberikan pencerahan kepada ASN dan pejabat pemerintahan. Apalagi, saat ini lagi ramai isu pamer kemewahan, Ramadhan saat yang tepat mereka mendapat wejangan dan tausiyah," lanjutnya.