Buka Puasa Bareng Walikota New York
Imam Shamsi Ali
Sabtu, 08 April 2023 - 18:51 WIB
Shamsi Ali saat berbuka puasa bersama Walikota New York.
“The beauty and the strength of our City is not because of its skyrocketing buildings in Manhattan. Neither because of the Wall Street, nor because UN home is this City. But because the bridges that connect, not only between Boroughs of the City. But more importantly between peoples of our great City”.
Itu penggalan ceramah saya di acara buka bersama dengan Walikota dan seluruh jajaran pemerintahan Kota New York, Kamis, 6 April di Queens New York.
Acara yang cukup Istimewa ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Muslim dan non Muslim di kota New York. Sementara dari pemerintah kota, selain Walikota juga hadir beberapa anggota DPRD, Presiden Queens Borough, NYC School Chancellor, Senator John Lui, Public Advocate, dan Chief Judge di Queens Melinda Katz.
Saya seperti beberapa kali sebelumnya di acara ini saya kembali diminta jadi pembicara mewakili Komunitas Muslim di kota ini. Sementara dari pihak pemerintah kota, selain Walikota juga ikut berbicara Borough Presiden, Public Advocate (Jumane Williams), dan NYC Chancellor (Mr. Banks). Mewakili wanita Muslimah hadir Sr. Marwa Janini dari Arab American Association New York.
Dalam ceramah yang seharusnya diminta berbicara mengenai “berkarakter dermawan di bulan Ramadan” (being charitable in the month of Ramadan) saya justeru lebih banyak berbicara ke Walikota dan jajarannya. Saya ingin kesempatan itu menjadi jembatan yang kuat untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang baik antara Komunitas Muslim dan pemerintahan Kota.
Saya memulai dengan mengatakan bahwa Walikota New York kali ini memiliki kepercayaan agama yang baik (man of faith). Ada dua alasan kenapa saya berkesimpulan demikian. Satu, karena hanya lima hari setelah dilantik menjadi Walikota beliau berkunjung ke Masjid kami, Jamaica Muslim Center, di Queens New York.
Dua, dan ini lebih penting adalah pidato Walikota baru-baru ini di acara annual Interfaith Breakfast di kota New York. Beliau ketika itu dengan sangat terbuka mengatakan bahwa kehidupan dan agama tidak mungkin bisa terpisahkan. Dan itu termasuk dalam kehidupan publik.
Itu penggalan ceramah saya di acara buka bersama dengan Walikota dan seluruh jajaran pemerintahan Kota New York, Kamis, 6 April di Queens New York.
Acara yang cukup Istimewa ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Muslim dan non Muslim di kota New York. Sementara dari pemerintah kota, selain Walikota juga hadir beberapa anggota DPRD, Presiden Queens Borough, NYC School Chancellor, Senator John Lui, Public Advocate, dan Chief Judge di Queens Melinda Katz.
Saya seperti beberapa kali sebelumnya di acara ini saya kembali diminta jadi pembicara mewakili Komunitas Muslim di kota ini. Sementara dari pihak pemerintah kota, selain Walikota juga ikut berbicara Borough Presiden, Public Advocate (Jumane Williams), dan NYC Chancellor (Mr. Banks). Mewakili wanita Muslimah hadir Sr. Marwa Janini dari Arab American Association New York.
Dalam ceramah yang seharusnya diminta berbicara mengenai “berkarakter dermawan di bulan Ramadan” (being charitable in the month of Ramadan) saya justeru lebih banyak berbicara ke Walikota dan jajarannya. Saya ingin kesempatan itu menjadi jembatan yang kuat untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang baik antara Komunitas Muslim dan pemerintahan Kota.
Saya memulai dengan mengatakan bahwa Walikota New York kali ini memiliki kepercayaan agama yang baik (man of faith). Ada dua alasan kenapa saya berkesimpulan demikian. Satu, karena hanya lima hari setelah dilantik menjadi Walikota beliau berkunjung ke Masjid kami, Jamaica Muslim Center, di Queens New York.
Dua, dan ini lebih penting adalah pidato Walikota baru-baru ini di acara annual Interfaith Breakfast di kota New York. Beliau ketika itu dengan sangat terbuka mengatakan bahwa kehidupan dan agama tidak mungkin bisa terpisahkan. Dan itu termasuk dalam kehidupan publik.