Sinta Nuriyah Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan
Tim langit 7
Ahad, 09 April 2023 - 13:45 WIB
Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid, Dr (HC) Dra Sinta Nuriyah Wahid MHum.Foto/ist
Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid, Dr (HC) Dra Sinta Nuriyah Wahid MHum mengingatkan masyarakat tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Ini diungkapkan saat dialog kebangsaan yang diadakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Gedung Menara Sains ITS.
Kegiatan yang dikemas "Buka Bersama Pascapandemi 2023" ini diinisiasi Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS ini, Sinta juga mengajak masyarakat agar giat berpuasa Ramadan.
Pada orasi bertajuk "Dengan Berpuasa, Kita Tempakan Kembali Ketaqwaan, Kemanusiaan, Moral dan Persatuan ke dalam Jiwa Anak Bangsa" Sinta menggandeng seluruh elemen masyarakat tanpa melihat latar belakangnya mulai dari kaum dhuafa, yatim, marjinal, dan berbagai etnis atau pun agama di Indonesia.
“Buka puasa ini juga pernah dilaksanakan di pasar bahkan gereja karena Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia perlu digaungkan,” katanya.
Sinta ingin ajak seluruh elemen masyarakat muslim berpuasa. Hal ini dilakukan agar masyarakat muslim di Indonesia merasakan ibadah bulan Ramadan dengan memupuk rasa persaudaraan. Meskipun sahur bersama ini dilakukan di waktu berbuka puasa, Sinta ingin menamakan sahur bersama agar masyarakat semakin termotivasi untuk melakukan puasa.
Baca juga:Nuzulul Quran PP ISNU, Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Ibunda dari Yenny Wahid ini merasakan, banyak orang berpuasa hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Sahur bersama inilah sebagai langkah untuk mengingatkan sesama saudara muslim agar menyadari apakah puasa yang dijalankan sudah baik atau belum.
Kegiatan yang dikemas "Buka Bersama Pascapandemi 2023" ini diinisiasi Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS ini, Sinta juga mengajak masyarakat agar giat berpuasa Ramadan.
Pada orasi bertajuk "Dengan Berpuasa, Kita Tempakan Kembali Ketaqwaan, Kemanusiaan, Moral dan Persatuan ke dalam Jiwa Anak Bangsa" Sinta menggandeng seluruh elemen masyarakat tanpa melihat latar belakangnya mulai dari kaum dhuafa, yatim, marjinal, dan berbagai etnis atau pun agama di Indonesia.
“Buka puasa ini juga pernah dilaksanakan di pasar bahkan gereja karena Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia perlu digaungkan,” katanya.
Sinta ingin ajak seluruh elemen masyarakat muslim berpuasa. Hal ini dilakukan agar masyarakat muslim di Indonesia merasakan ibadah bulan Ramadan dengan memupuk rasa persaudaraan. Meskipun sahur bersama ini dilakukan di waktu berbuka puasa, Sinta ingin menamakan sahur bersama agar masyarakat semakin termotivasi untuk melakukan puasa.
Baca juga:Nuzulul Quran PP ISNU, Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Ibunda dari Yenny Wahid ini merasakan, banyak orang berpuasa hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Sahur bersama inilah sebagai langkah untuk mengingatkan sesama saudara muslim agar menyadari apakah puasa yang dijalankan sudah baik atau belum.