Merayakan Lebaran di Vietnam
Tim langit 7
Kamis, 20 April 2023 - 12:00 WIB
Masjid Al Noor Hanoi (Al Noor Mosque) di Jalan Hang Luoc Nomor 12, Hanoi, Vietnam.Foto/Antara
Perayaan Lebaran di Vietnam memiliki wajah yang berbeda dibanding Indonesia, mengingat umat Muslim di negara republik sosialis tersebut merupakan minoritas.
Duta Besar RI untuk Vietnam Denny Abdi saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (19/4/2023) mengatakan, jumlah umat Muslim di Vietnam hanya ada sekitar 70.000 jiwa dari populasi sekitar 97,46 juta jiwa (berdasarkan sensus 2021), dengan mayoritas Muslim tinggal di bagian selatan Vietnam.
Sementara itu, jumlah Muslim di Hanoi, yang masuk ke dalam wilayah utara, tercatat jauh lebih sedikit, dengan hanya 200 sampai 300 orang.
Jumlah itu sudah termasuk dengan para diplomat dari kedutaan besar dari negara-negara Muslim. Dengan jumlah Muslim yang sedikit itu maka penetapan Hari Raya Idul Fitri juga dilakukan secara terbatas.
Berbeda dengan Indonesia yang memiliki tim khusus pemantauan hilal atau rukyatul hilal di beberapa titik di seluruh Indonesia serta penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat yang diumumkan langsung oleh menteri agama, penentuan Lebaran di Vietnam hanya dilakukan oleh jaringan antar-masjid.
“Kalau di sini (penentuan Lebaran) hanya melalui jaringan antar-masjid, mereka saling berkomunikasi. Dan biasanya mereka melihat (hilal) dari pandangan mata saja pada Kamis nanti, apakah 1 Syawal jatuh pada Jumat (21/4) atau Sabtu (22/4),” kata Dubes Denny.
"Ketika sudah diputuskan, mereka akan cek satu sama lain bahkan saling cek juga dengan negara-negara tetangga, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia," ujar dia merujuk negara-negara dengan mayoritas umat Muslim di Asia Tenggara.
Duta Besar RI untuk Vietnam Denny Abdi saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (19/4/2023) mengatakan, jumlah umat Muslim di Vietnam hanya ada sekitar 70.000 jiwa dari populasi sekitar 97,46 juta jiwa (berdasarkan sensus 2021), dengan mayoritas Muslim tinggal di bagian selatan Vietnam.
Sementara itu, jumlah Muslim di Hanoi, yang masuk ke dalam wilayah utara, tercatat jauh lebih sedikit, dengan hanya 200 sampai 300 orang.
Jumlah itu sudah termasuk dengan para diplomat dari kedutaan besar dari negara-negara Muslim. Dengan jumlah Muslim yang sedikit itu maka penetapan Hari Raya Idul Fitri juga dilakukan secara terbatas.
Berbeda dengan Indonesia yang memiliki tim khusus pemantauan hilal atau rukyatul hilal di beberapa titik di seluruh Indonesia serta penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat yang diumumkan langsung oleh menteri agama, penentuan Lebaran di Vietnam hanya dilakukan oleh jaringan antar-masjid.
“Kalau di sini (penentuan Lebaran) hanya melalui jaringan antar-masjid, mereka saling berkomunikasi. Dan biasanya mereka melihat (hilal) dari pandangan mata saja pada Kamis nanti, apakah 1 Syawal jatuh pada Jumat (21/4) atau Sabtu (22/4),” kata Dubes Denny.
"Ketika sudah diputuskan, mereka akan cek satu sama lain bahkan saling cek juga dengan negara-negara tetangga, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia," ujar dia merujuk negara-negara dengan mayoritas umat Muslim di Asia Tenggara.