home masjid

Tanda Allah Menghendaki Kebaikan untuk Hamba-Nya

Selasa, 25 April 2023 - 20:30 WIB
ilustrasi
Allah Ta’ala menghendaki agar hamba-Nya selalu berbuat baik dan mendekatkan diri kepada-Nya. Namun, bagaimana cara Allah memilih hamba yang dikehendaki-Nya untuk menjadi lebih baik?

Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, dalam hadis yang disampaikan oleh sahabat Muawiyah RA dan dikuatkan oleh satu riwayat dari Abu Hurairah dalam kitabul Ilmi Al Bukhari, Rasulullah bersabda, siapa yang diinginkan oleh Allah untuk menjadi lebih baik, maka akan dibimbing untuk mempelajari dan memahami agama Islam.

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah pahamkan atasnya perihal agama.” (HR Bukhari)

Namun, kata UAH, bagaimana seseorang bisa menentukan siapa yang dikehendaki Allah untuk menjadi lebih baik? Dia menjelaskan, dalam hadits tersebut menggunakan kata “man” yang bersifat umum. Makna kata tersebut adalah ‘Jadilah dari orang tersebut, bukan menghukumi orang tersebut’.

“Maka, sebagai hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi lebih baik, dalami ilmu agama,” kata UAH dalam tausiahnya yang disampaikan secara daring, Selasa (25/4/2023)

UAH mencontohkan kisah Maryam yang memiliki Mihrab khusus di Masjid Al-Aqsa. Di mihrab tersebut, Maryam beribadah kepada Allah Ta’ala. Tempat khusus ini menjadi tempat ibadah yang utama, karena doa dan rezeki cepat dikabulkan oleh Allah.

“Jadi, jika kita ingin rezeki kita dipercepat oleh Allah, doa harus cepat dikabulkan dengan membuat Mihrab di rumah. Meskipun tidak harus berada di masjid, mihrab ini harus berada di satu ruangan yang tidak dicampuri dengan urusan duniawi seperti bermain ponsel,” ujar UAH.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kuasa allah kebaikan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya