Viral Peneliti BRIN Diduga Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Haedar Nashir: Jangan Terpancing
Tim langit 7
Selasa, 25 April 2023 - 21:32 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyerukan kepada warga Muhammadiyah tetap tenang terkait viralnya peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang diduga mengancam ingin membunuh warga Muhammadiyah.
Haedar meminta warga Muhammadiyah tak terpancing dengan pernyataan oknum yang menyinggung perbedaan pelaksanaan Idul Fitri 2023 tersebut. “Warga Muhammadiyah agar tetap bijak, dewasa, dan tidak terpancing dengan berbagai cemoohan, sinisme, tudingan, hujatan, kritik yang menyerang, hingga ada oknum yang mengancam secara fisik terkait perbedaan pelaksanaan Idul Fitri 1444 H,” katanya.
Dia menyampaikan, Muhammadiyah sudah kenyang dengan perlakukan negatif atau buruk sepanjang perjalanan sejarahnya hingga saat ini. Dia menceritakan peristiwa yang pernah dialami tokoh pendiri Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan.
“Dulu ketika Kiai Ahmad Dahlan mempelopori arah kiblat yang benar secara syariat dan ilmu disikapi serupa, dituding kafir dan dirobohkan masjid yang dibangunnya di Kauman,” katanya.
Baca juga:Tanda Allah Menghendaki Kebaikan untuk Hamba-Nya
Sikap Andi Pangerang, kata dia, hanya mungkin merasa benar sendiri. Bisa pula bersikap kerdil yang tak sejalan dengan akhlak Islam.
“Kini perangai serupa tertuju ke Muhammadiyah oleh orang-orang yang boleh jadi berilmu. Mungkin karena merasa benar sendiri atau memang bersikap kerdil yang tentu tak sejalan dengan khazanah dunia ilmu dan akhlak Islam,” katanya.
Haedar meminta warga Muhammadiyah tak terpancing dengan pernyataan oknum yang menyinggung perbedaan pelaksanaan Idul Fitri 2023 tersebut. “Warga Muhammadiyah agar tetap bijak, dewasa, dan tidak terpancing dengan berbagai cemoohan, sinisme, tudingan, hujatan, kritik yang menyerang, hingga ada oknum yang mengancam secara fisik terkait perbedaan pelaksanaan Idul Fitri 1444 H,” katanya.
Dia menyampaikan, Muhammadiyah sudah kenyang dengan perlakukan negatif atau buruk sepanjang perjalanan sejarahnya hingga saat ini. Dia menceritakan peristiwa yang pernah dialami tokoh pendiri Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan.
“Dulu ketika Kiai Ahmad Dahlan mempelopori arah kiblat yang benar secara syariat dan ilmu disikapi serupa, dituding kafir dan dirobohkan masjid yang dibangunnya di Kauman,” katanya.
Baca juga:Tanda Allah Menghendaki Kebaikan untuk Hamba-Nya
Sikap Andi Pangerang, kata dia, hanya mungkin merasa benar sendiri. Bisa pula bersikap kerdil yang tak sejalan dengan akhlak Islam.
“Kini perangai serupa tertuju ke Muhammadiyah oleh orang-orang yang boleh jadi berilmu. Mungkin karena merasa benar sendiri atau memang bersikap kerdil yang tentu tak sejalan dengan khazanah dunia ilmu dan akhlak Islam,” katanya.