Pelaku Seni Budaya Rumuskan Pengembangan Kebudayaan Islam
Muhajirin
Senin, 24 Juli 2023 - 14:00 WIB
Seniman dan budayawan nusantara merumuskan lima butir pengembangan kebudayaan Islam. Rumusan tersebut dihasilkan dalam Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara yang digelar di Jakarta
Seniman dan budayawan nusantara merumuskan lima butir pengembangan kebudayaan Islam. Rumusan tersebut dihasilkan dalam "Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara" yang digelar di Jakarta pada 20-22 Juli 2023.
Pertemuan ini dihadiri seniman dan budayawan dari 34 provinsi, pamong budaya, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta perwakilan ormas keagamaan.
Wakil Menteri Agama, Sauful Rahmat Dasuki, mengatakan, seni dan budaya merupakan identias yang dimiliki masyarakat Indonesia. Hal itu juga mempengaruhi cara masyarakat Nusantara beragama.
"Saya berharap, para seniman dan budayawan dapat membawakan pesan-pesan agama melalui produk-produk budaya yang bisa menggerakkan masyarakat agar tetap guyub, rukun, saling tolong-menolong, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa," ujar Saiful.
Pertemuan pelaku seni dan budaya tersebut difasilitasi Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam. Mereka berkumpul untuk mencari formula yang bisa diterapkan bersama dalam mengembangkan kebudayaan Islam di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca juga:Kemenag Gandeng Budayawan untuk Kembangkan Kebudayaan Islam
Direktur Penais Ahmad Zayadi menuturkan, kolaborasi seniman dan budayawan diperlukan untuk melakukan hal tersebut. Pengembangan kebudayaan Islam adalah bagian dari perluasan implementasi program moderasi beragama.
Pertemuan ini dihadiri seniman dan budayawan dari 34 provinsi, pamong budaya, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta perwakilan ormas keagamaan.
Wakil Menteri Agama, Sauful Rahmat Dasuki, mengatakan, seni dan budaya merupakan identias yang dimiliki masyarakat Indonesia. Hal itu juga mempengaruhi cara masyarakat Nusantara beragama.
"Saya berharap, para seniman dan budayawan dapat membawakan pesan-pesan agama melalui produk-produk budaya yang bisa menggerakkan masyarakat agar tetap guyub, rukun, saling tolong-menolong, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa," ujar Saiful.
Pertemuan pelaku seni dan budaya tersebut difasilitasi Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam. Mereka berkumpul untuk mencari formula yang bisa diterapkan bersama dalam mengembangkan kebudayaan Islam di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca juga:Kemenag Gandeng Budayawan untuk Kembangkan Kebudayaan Islam
Direktur Penais Ahmad Zayadi menuturkan, kolaborasi seniman dan budayawan diperlukan untuk melakukan hal tersebut. Pengembangan kebudayaan Islam adalah bagian dari perluasan implementasi program moderasi beragama.