Jarang Diketahui, Ini Bahaya Menyulitkan Orang Lain
Muhajirin
Senin, 31 Juli 2023 - 10:53 WIB
ilustrasi
Perilaku mudah dan memudahkan merupakan salah satu akhlak yang baik dalam sudut pandang Islam. Banyak dalil Al-Qur'an maupun hadits yang memberikan jaminan pahala bagi orang yang memudahkan urusan sesama.
Namun, tidak sedikit juga yang terjebak dalam akhlak yang sebaliknya, yakni menyulitkan orang lain. Ada kondisi berat atau sulit untuk yang diberikan kepada orang lain. Seseorang dikatakan sulit ketika tidak lapang dalam urusannya.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, akhlak menyulitkan tersebut berlaku bagi diri sendiri ataupun orang lain. Setiap muslim sebenarnya didorong untuk mengambil yang mudahk, baik urusan agama maupun urusan dunia.
Baca juga:Gus Yahya: Barokah Rohani dalam Al-Qur'an Luar Biasa
"Contoh, urusan dunia seperti pilihan pakaian, makanan, bentuk rumah, dan sebagainya. Ketika seseorang itu menyulitkan diri sendiri, misal karena dasarnya pelit atau adanya kesombongan, maka dia akan cenderung menyulitkan orang lain juga," kata Ustadz Fauzi dalam Kajian Akhlak dan Adab Formula Hati secara daring, dikutip Senin (31/7/2023).
Ustadz Fauzi menjelaskan beberapa dampak akhlak menyulitkan. Di antaranya, banyak memberikan mudharat kepada dirinya, baik untuk urusan dunia maupun agama. Termasuk ke dalam perilaku yang tidak pantas. Ketika seseorang sulit beradaptasi, dia bisa jadi bersikap tidak pantas.
"Akhlak menyulitkam menimbulkan situasi buruk untuk orang lain dan putusnya banyak kebaikan," ujar Ustadz Fauzi.
Namun, tidak sedikit juga yang terjebak dalam akhlak yang sebaliknya, yakni menyulitkan orang lain. Ada kondisi berat atau sulit untuk yang diberikan kepada orang lain. Seseorang dikatakan sulit ketika tidak lapang dalam urusannya.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, akhlak menyulitkan tersebut berlaku bagi diri sendiri ataupun orang lain. Setiap muslim sebenarnya didorong untuk mengambil yang mudahk, baik urusan agama maupun urusan dunia.
Baca juga:Gus Yahya: Barokah Rohani dalam Al-Qur'an Luar Biasa
"Contoh, urusan dunia seperti pilihan pakaian, makanan, bentuk rumah, dan sebagainya. Ketika seseorang itu menyulitkan diri sendiri, misal karena dasarnya pelit atau adanya kesombongan, maka dia akan cenderung menyulitkan orang lain juga," kata Ustadz Fauzi dalam Kajian Akhlak dan Adab Formula Hati secara daring, dikutip Senin (31/7/2023).
Ustadz Fauzi menjelaskan beberapa dampak akhlak menyulitkan. Di antaranya, banyak memberikan mudharat kepada dirinya, baik untuk urusan dunia maupun agama. Termasuk ke dalam perilaku yang tidak pantas. Ketika seseorang sulit beradaptasi, dia bisa jadi bersikap tidak pantas.
"Akhlak menyulitkam menimbulkan situasi buruk untuk orang lain dan putusnya banyak kebaikan," ujar Ustadz Fauzi.