Peluang dan Ancaman Project S TikTOk bagi UMKM di Era Penjualan Live Streaming
Muhajirin
Kamis, 03 Agustus 2023 - 16:00 WIB
ilustrasi
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Made Gita Nadya Ayu Ariani, menjelaskan, peluang dan ancaman Project S TikTok bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di era penjualan live streaming.
TikTok baru-baru ini meluncurkan inisiasi berupa Project S TikTok. Inisiasi itu bertujuan memperluas layanan ritel online melalui TikTok Shop. Lewat TikTok Shop, perusahaan induk ByteDance tersebut dapat menjual produk mereka sendiri.
Tentu, hal itu menyita perhatian tersendiri karena banyak UMKM UMKM yang menggunakan TikTok untuk livestream penjualan. Dengan begitu, TikTok dapat dengan mudah mengakses informasi penjualan produk UMKM tersebut.
Menurut Gita, ada peluang dan ancaman bagi UMKM lewat kemunculan Project S TikTok. Dari segi peluang, UMKM akan lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dengan biaya lebih murah melalui livestream di Tiktok.
Namun, TikTok juga telah merencanakan sesuatu dengan adanya Project S. Perusahaan tersebut akan memproduksi barang sendiri dengan memanfaatkan informasi keadaan pasar di Indonesia.
“Kekhawatiran UMKM adalah TikTok sebagai pesaing potensial karena platform ini memiliki akses informasi pelanggan dan kemampuan untuk memproduksi duplikasi produk dengan bantuan pabrik di China,” jelasnya.
Maka itu, UMKM dapat bersaing dengan meningkatkan kualitas produk yang mereka jual. Produk-produk China produksi seringkali memiliki konotasi kualitas yang kurang bagus dan membutuhkan waktu distribusi yang lama hingga sampai di Indonesia.
TikTok baru-baru ini meluncurkan inisiasi berupa Project S TikTok. Inisiasi itu bertujuan memperluas layanan ritel online melalui TikTok Shop. Lewat TikTok Shop, perusahaan induk ByteDance tersebut dapat menjual produk mereka sendiri.
Tentu, hal itu menyita perhatian tersendiri karena banyak UMKM UMKM yang menggunakan TikTok untuk livestream penjualan. Dengan begitu, TikTok dapat dengan mudah mengakses informasi penjualan produk UMKM tersebut.
Menurut Gita, ada peluang dan ancaman bagi UMKM lewat kemunculan Project S TikTok. Dari segi peluang, UMKM akan lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dengan biaya lebih murah melalui livestream di Tiktok.
Namun, TikTok juga telah merencanakan sesuatu dengan adanya Project S. Perusahaan tersebut akan memproduksi barang sendiri dengan memanfaatkan informasi keadaan pasar di Indonesia.
“Kekhawatiran UMKM adalah TikTok sebagai pesaing potensial karena platform ini memiliki akses informasi pelanggan dan kemampuan untuk memproduksi duplikasi produk dengan bantuan pabrik di China,” jelasnya.
Maka itu, UMKM dapat bersaing dengan meningkatkan kualitas produk yang mereka jual. Produk-produk China produksi seringkali memiliki konotasi kualitas yang kurang bagus dan membutuhkan waktu distribusi yang lama hingga sampai di Indonesia.