Pemkot Surabaya Gandeng FK Unair untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat
Tim langit 7
Rabu, 09 Agustus 2023 - 12:15 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi (kanan), Dekan FK Unair Prof Budi Santoso (tengah) dan Wakil Dekan I, Dr. Achmad Chusnu saat diskusi Peningkatan Layanan Kesehatan di Aula FK Unair,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengakui masih banyak masalah kesehatan yang belum terselesaikan.
Untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Pemkot meminta bantuan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
Hal itu diungkapkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bertemu dengan Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K).
Eri mengaku malu jika di Surabaya masalah kesehatan sangat banyak. Karena Surabaya ada kampus-kampus besar yang bisa menghasilkan tenaga kesehatan terutama dokter. "Ada Fakultas Kedokteran Unair yang sangat luar biasa mencetak dokter-dokter," ujar Eri.
Wali Kota juga sangat heran, di Surabaya angka stunting masih tinggi. Walau penurunan sangat besar dibandingkan saat di awal dia menjabat walikota.
Baca juga:Dampak El Nino, 6 Provinsi Diprediksi Alami Kekeringan
"Dulu pertama menjabat angka stunting 25,8 persen. Sekarang sudah di angka 4,8 persen. Tapi harusnya bisa ditekan lagi. Saya kadang berpikir, apa mungkin ada stunting, ada gizi buruk? Kenyataannya ada. Ngisin-ngisini ( memalukan) apalagi ada kampus besar. Untuk itu saya meminta bantuan FK Unair ini untuk memberikan solusi-solusi," tuturnya.
Untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Pemkot meminta bantuan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
Hal itu diungkapkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bertemu dengan Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K).
Eri mengaku malu jika di Surabaya masalah kesehatan sangat banyak. Karena Surabaya ada kampus-kampus besar yang bisa menghasilkan tenaga kesehatan terutama dokter. "Ada Fakultas Kedokteran Unair yang sangat luar biasa mencetak dokter-dokter," ujar Eri.
Wali Kota juga sangat heran, di Surabaya angka stunting masih tinggi. Walau penurunan sangat besar dibandingkan saat di awal dia menjabat walikota.
Baca juga:Dampak El Nino, 6 Provinsi Diprediksi Alami Kekeringan
"Dulu pertama menjabat angka stunting 25,8 persen. Sekarang sudah di angka 4,8 persen. Tapi harusnya bisa ditekan lagi. Saya kadang berpikir, apa mungkin ada stunting, ada gizi buruk? Kenyataannya ada. Ngisin-ngisini ( memalukan) apalagi ada kampus besar. Untuk itu saya meminta bantuan FK Unair ini untuk memberikan solusi-solusi," tuturnya.